Pilgub Di Parmout, Bocah 9 Tahun Dapat C6

PARIGI-Bocah berusia 9 tahun warga Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi, Kabupaten Parmout mendapatkan surat pemberitahuan pemungutan suara (C6) pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Rabu (9/12). Dari hasil temuan Panwascam Parigi, bocah yang diketahui bernama Damar Cristiano masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua Panwasli, Kabupaten Parmout, Muchlis Spd mengatakan, bocah tersebut menerima di (TPS) tiga Kelurahan Bantaya. “Kemarin sempat diisukan bahwa ada anak SD yang diberi C6,” ujarnya, Rabu (9/12).

Artinya kata dia, ini merupakan salah satu ketelitian dari teman-teman Panwascam Parigi, ketika mampu mendeteksi hal tersebut hingga ke tingkatan paling bawah. Ketika ada DPT dikroscek, pembagian, pendistribusian C6 diikuti, dan ternyata didapatkan bahwa ada C6 yang memang diperuntukan bagi anak SD.

Ia menjelaskan, setelah ditelusuri ternyata memang benar dan ditemukan. Pihaknya tidak mengetahui kesalahan tersebut berada di pihak mana, yang pastinya hal demikian pasti tidak ada unsur kesengajaan. “Hanya saja yang diasumsikan oleh orang ini kesalahan awal dari pendataan,” jelasnya.

Terkait dengan hal itu menurut dia, satu keuntungan, ketika hal tersebut dapat dicegah karena anak itu tidak sempat melakukan pencoblosan dan C6 langsung diamankan, sebagai langkah pengantisipasian.

“Ketakutan kami boleh jadi anak tersebut tidak jadi mencoblos, tetapi C6 nya bisa jadi digunakan oleh orang lain,”ungkapnya.

Kemudian, pihaknya sudah membuktikan kepada publik, anak tersebut tidak jadi mencoblos dengan disaksikan langsung Ketua KPU Parmout, Amelia Idris, Wabup Parmout, Badrun Nggai SE, serta Kapolres Parmout AKBP Muh Ridwan SH Sik.
Sementara itu, Ketua KPU Parmout, Amelia Idris mengatakan, pihaknya baru menerima informasi tersebut. Informasi itu diperoleh dari ketua Panwasli Parmout, dimana ada anak SD warga Bantaya mendapat surat panggilan memilih. “Saya belum klarifikasi ke teman-teman PPS dan KPPS saya,”tuturnya.

Kemudian untuk surat panggilan terhadap anak tersebut akan ditarik, karena memang saat ditemukan oleh PPL langsung diamankan. Amelia menjelaskan, jumlah DPT sudah merupakan hasil dari verifikasi dan pemutahiran DPT ditetapkan, sudah berproses beberapa tahapan. Pihaknya menduga, kesalahan itu dari pihak yang melakukan pendataan.
“Kita akan melakukan klarifikasi lebih jauh, sebab baru melihat data. Saya juga sebagai ketua KPU baru menerima informasi dari ketua panwas,”kata amelia.

Sekadar diketahui, anak berusia 9 tahun tercatat dalam nomor urut DP 109 di TPS tiga. Total jumlah DPT di TPS tiga sebanyak 575, terdiri dari laki-laki sebanyak 282, perempuan 293 totalnya 575.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: