Galian C Illegal, Warga Desa Balukang Bingung Mau Lapor Kemana.

DONGGALA-CV Raoda yang mengelola tambang galian C di Desa Balukang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala tak mengindahkan pesan bupati Donggala, Kasman Lassa untuk menutup operasi tambang di daerah tersebut. Olehnya warga Desa Balukang Kecamatan Sojol bingung mesti lapor kemana. Burhan selaku perwakilan warga setempat yang juga pemilik lahan yang terkena proyek galian C illegal karena tanpa dilengkapi dokumen AMDAL.

“Kami sudah menghadap bupati Donggala, Kasman Lassa di Ruang Kerjanya pada tanggal 7 Desember 2015 yang lalu. Bupati menegaskan akan menghubungi perusahaan itu untuk menutup tambang sementara sambil melakukan rembug bersama warga, namun ternyata kemarin tanggal 8 Desember 2015 masih tetap beroperasi, entah bupati telah menyampaikan atau belum yang jelas begitu penjelasan bupati kepada kami,”tutur Burhan saat ditemui Wartawan di Palu, Rabu (09/12/2015).

Warga Dusun III Ponjo dan Dusun V Desa Balukang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, menagih janji Bupati Donggala terkait penutupan tambang galian C milik CV Raoda yang sudah setahun beroperasi di daerah tersebut, tanpa memiliki dokumen lengkap.

“Kami sangat resah dengan berjalannya Tambang Galian C, sejak beroperasi di Kecamatan Sojol setahun lalu, karena berdampak pada lingkungan sekitar. Terbukti ratusan hektar sawah dan lahan perkebunan hanyut dibawa banjir akibat tanah labil. Akibat perusahaan itu, telah mengeruk batunya dibawa ke provinsi seberang (Kalimantan), ini baru setahun beroperasi bagaimana kalo sudah berjalan bertahun – tahun, bisa – bisa kecamatan Sojol sudah hilang,”papar Burhan mewakili masyarakat yang tergerus lahannya.

Burhan juga menuturkan hatinya sangat sedih melihat kampungnya yang semakin hari semakin rusak dengan beroperasinya galian C illegal ini, khususnya areal persawahan seluas 600 hektar kekeringan akibat air tanah dari sungai sudah lebih rendah dari irigasi yang dialiri melalui Intake. Belum lagi ada sebanyak 500 pohon kelapa dan 300 pohon cengkeh yang rubuh.

“Semua ini tak bisa dibiarkan sebab membahayakan, jangan hanya meraup keuntungan perseorangan, ribuan warga dikorbankan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan tambang galian C yang beroperasi tersebut tidak memiliki dokumen lengkap. Sementara bupati saja telah meminta menutup tapi tidak diindahkan melalui disposisinya kepada kadis ESDM kabupaten Donggala.
“Kasian orang tua yang telah lama, memelihara dan menanam pohon cengkeh, cokelat, kelapa dan lain –lainnya, mereka pada sedih, kami ini sebagai anak – anak merasa perlu mewakili suara orang tua kami yang resah melihat keterpurukan tanah kelahirannya ini,”ujar dia

“Karena mereka tak mampu berbuat meskipun telah melaporkannya ke pihak hukum tapi hingga saat ini, belum ada realisasinya sehingga kami sangat kecewa, ”tuturnya. SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: