Disperindag Waspadai Spekulan Sembako

PALU-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah terus mewaspadai kemungkinan adanya tindakan spekulasi oleh oknum distributor dan pengecer bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2016.

“Ini sangat memungkinkan karena permintaan masyakarat terhadap beberapa jenis bahan pokok menjelang dua hari raya itu akan meningkat drastis,” kata Kepala Dinas Perindag setempat, Abubakar Almahdali, Selasa (8/12/2015).

Ia mengaku ada beberapa jenis bahan kebutuhan masyarakat yang sepekan ini terjadi kenaikan harga sehingga perlu mendapat perhatian serius pemerintah, antara lain telur ayam, susu, mentega, gula pasir dan tepung terigu.

Telur ayam naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.300/butir, gula pasir dari Rp12 ribu menjadi Rp12.500/kg dan susu kental manis dari Rp10 ribu, menjadi Rp11.000/kaleng.

Menurut dia, meski kenaikannya masih wajar, tetapi jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan kebutuhan lainnya ikut bergerak naik.

Karena itu, Pemprov Sulteng sejak awal terus melakukan pemantauan dan intervensi dengan salah satu kegiatan adalah pelaksanaan pasar murah.

“Pasar murah sudah kami lakukan dua hari lalu,” kata Abubakar.
Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan bagi distributor dan pengecer yang menimbun stok atau menaikan harga secara sepihak.

“Saya tegaskan jika ada yang berani melakukannya, maka yang bersangkutan dipastikan dijatuhi sanksi,” katanya.
Ia juga meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui ada penimbunan stok bahan kebutuhan pokok atau barang lainnya karena tindakan seperti itu sangat merugikan pemerintah dan masyarakat.

“Lapor segera jika ada pedagang atau distributor yang menimbun stok atau memperjual-belikan barang kadaluarsa,” pintanya.

JAMIN KEBUTUHAN POKOK
Pemprov Sulawesi Tengah juga menjamin kebutuhan pokok masyarakat jelang Natal 25 Desember 2015 sampai Tahun Baru 2016 aman.

“Aman dalam arti stoknya tersedia dalam jumlah memadai dan harga relatif stabil,” kata Abubakar Almahdali.
Ia mengaku ada beberapa jenis bahan kebutuhan masyarakat yang mengalami sedikit kenaikan karena dipicu permintaan meningkat menjelang hari raya Natal.

Namun kenaikannya masih dalam batas yang wajar. “Setiap perkembangan harga kita evaluasi dengan turun ke pasar-pasar,”katanya.

Pemprov Sulteng bersama Pemkot dan Pemkab di tiap kabupaten dan kota di provinsi ini rutin melakukan monitoring.
Apalagi, kata dia, menjelang hari-hari raya, seperti Lebaran dan Natal, Dinas Perindustrian dan Perdadangan di kabupaten dan kota dipastikan turun ke pasar dan melakukan berbagai upaya menstabilkan harga jika kenaikan terjadi melebihi batas kewajaran.

Biasanya kita lakukan adalah pasar murah dan operasi pasar (OP).
“Tapi khusus OP kalau memang terjadi gejolak harga yang sudah diambang batas toleransi,” katanya.

Ia mengatakan dalam membantu masyarakat menghadapi Natal, Pemprov Sulteng telah menggelar pasar murah dan cukup mendapat perhatian besar masyarakat.

Di Palu baru saja dilaksanakan pasar murah selama dua hari (5-6 Desember 2015). Lokasinya di tempat permukiman penduduk yang banyak warga Kristen.

Menjawab pernyataan, Abubakar mengatakan sejumlah kebutuhan seperti gula pasir, tepung terigu, telur ayam, mentega dan susu manis, stoknya cukup untuk dua bulan ke depan.
Begitu juga kebutuhan lainnya, minyak goreng, beras, daging cukup memadai. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: