Pengelolaan Limbah Pasar Masih Diragukan By: adminOn: December 8, 2015

poso-Pasar tradisional modern yang berlokasi di Kelurahan Kawua, Poso Kota Utara, hingga kini belum digunakan para pedagang meskipun peresmiannya sudah dilakukan sejak Agustus lalu. Selain karena beberapa sarana yang belum selesai dibangun, ada persoalan lain yang perlu diperhatikan dengan seksama yakni mengenai sistem pengelolaan limbahnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Ambrosius Tokare mengatakan, sarana pengelolaan limbah yang dibangun pihak pengelola pasar baru itu belum sesuai dengan rekomendasi yang diberikan pihaknya. Menurut Tokare lagi, kalaupun dikatakan pihak pengelola sudah memenuhi syarat, namun berdasarkan kajian badan Lingkungan Hidup, hal itu belum bisa menjamin sungai Poso bebas dari limbah.

“Pengelola harus bisa membedakan antara air limbah rumah tangga dengan air limbah pasar yang tingkat pencemarannya tentu berbeda,”kata Tokare. Dia menilai dengan sistem pengelolaan limbah yang dibangun saat ini kemampuannya meredam zat berbahaya masih diragukan untuk menetralisir pencemaran air buangan ke sungai Poso. Padahal sampai saat ini sebagian masyarakat masih menjadikan sungai Poso sebagai sumber utama kebutuhan air mereka.

Badan Lingkungan Hidup menyarankan kepada pengelola pasar untuk meninjau kembali fasilitas pengelolaan limbah yang ada saat ini yang dinilai masih manual dengan sistem mekanik yang lebih aman dimana pengelolaan limbah dilakukan dengan sistem penyaringan.

Sementara Direktur PDAM, Munawir mengatakan hal sama yakni sistem pengelolaan limbah mekanik yang seharusnya dibangun, sebab keberadaan pasar di tepi sungai ini tentu berjangka panjang. Dia menilai pengolahan limbah dengan sistem endapan hanya tepat untuk jangka pendek, sebab dalam jangka panjang produksi limbah akan semakin besar tidak akan bisa dikelola dengan cara ini.

Munawir meminta agar pengelola pasar memperhatikan benar pengelolaan limbah ini untuk menjaga sungai Poso tetap bebas dari pencemaran sebab menjadi sumber utama kebutuhan air ribuan masyarakat. Sementara itu informasi yang diperoleh dari Poso Raya menyebutkan, Dinas Kumperindag terkendala anggaran untuk membangun sistem pengolahan sampah mekanik.

Dalam pernyataannya disebuah media, Rusnah Mangun, kepala Dinas Kumperindag menyatakan masih memfokuskan penyediaan sarana dan prasarana pasar lain, dia menyebut akan mengusahakan pembangunan pengolahan limbah yang representatif bila ada anggaran.sultengpos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: