Relawan PMI Sulteng Latihan Kesiapsiagaan Bencana

PALU-Kesiapsiagaan bencana sangat diperlukan, apalagi wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang rentan bencana, seperti banjir, tanah longsor dan tsunami. Disinilah peranan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng sangat dibutuhkan untuk menolong dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Untuk itu, PMI Sulteng melaksanakan Pelatihan Gabungan Sukarelawan di Paneki, Kabupaten Sigi yang diikuti 60 peserta perwakilan PMI lingkup Sulteng.

“Peserta dalam pelatihan ini 60 orang, tapi untuk PMI Palu, Donggala, Morowali serta Morowali utara tidak mengirimkan perwakilan. Kami sudah menyurati, tapi tidak ada yang bersedia mengikuti pelatihan ini,” papar koordinator lapangan, Sukri dalam laporannya saat pembukaan Pelatihan gabungan sukarelawan di Markas PMI Sulteng jl RA Kartini No 20 Palu, Jumat (4/12/2015).

Pelatihan gabungan sukarelawan PMI Sulteng ini akan berlangsung Hingga Minggu 6 Desember 2015 dikemas dalam bentuk perkemahan. Salah satu tujuan diselengarakannya kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kepekaan sosial para relawan dalam menyikapi bencana. Selain itu juga diharapkan menjadi penggerak dalam upaya pengurangan resiko bencana saat memberikan pertolongan dini.

Ketua PMI Sulteng, H Sudarto dalam arahannya saat pembukaan kegiatan tersebut meminta kepada panitia dan peserta agar pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dan diikuti dengan baik serta berharap materi yang disampaikan bisa diterima dengan mudah sehingga dapat diaplikasikan. Menurutnya, PMI merupakan tumpuan masyarakat apabila terjadi bencana, maka dibutuhkan relawan yang selalu siap siaga.

“Sukarelawan harus siap, iklas tanpa digaji dan bangga menjadi relawan PMI, karena tidak semua orang mau melakukannya. Dalam memberikan pertolongan jangan membeda-bedakan agama, suku dan wilayah bahkan hewanpun kalau membutuhkan harus ditolong,” ujar Sudarto.

Sudarto juga menyampaikan, kedepannya ia rencanakan setiap kabupaten, kota dan provinsi harus memiliki relawan yang selalu siap siaga minimal satu pleton. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, relawan bisa cepat melakukan pertolongan dengan turun langsung kelapangan.

“Sesuai arahan ketua umum pusat, maksimal enam jam setelah terjadinya suatu bencana, PMI harus sudah menancapkan benderanya didaerah bencana,” tutur Sudarto.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: