Masyarakat Kontruksi Laporkan Dua Proyek Besar BSWS

Palu – Masyarakat konstruksi di Kota Palu melaporkan dua proyek besar yang ditangani Balai Sungai Wilayah Sulawesi (BSWS) III ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat karena diduga terjadi kecurangan dalam proses tender dan pengerjaan di lapangan.

Dua proyek tersebut adalah pengamanan pantai di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Buol masing-masing dibiayai APBN 2015 sebesar Rp14,9 miliar dan Rp15,3 miliar.

Proyek tersebut dilaporkan oleh lima pelaku usaha konstruksi antara lain Moh Reza Akbar selaku Direktur PT Asean Tunggal Mandiri Perkasa, Edi Muliono selaku Dirut PT Karya Utama Sulawesi, dan Irwan Syah Akil selaku Direktur CV. Arteri.

“Kami baru kembali dari Jakarta melaporkan hal ini di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Alhamdulillah laporan kami direspons baik dan mereka langsung membentuk tim,” kata M Akbar di Palu, Kamis.

Laporan setebal 150 halaman tertanggal 28 Oktober 2015 tersebut dilengkapi dengan sejumlah dokumen dan foto-foto kegiatan di lapangan serta hasil pekerjaan.

Beberapa hal yang dilaporkan tersebut yakni pekerjaan di Desa Rerang, Kabupaten Donggala dengan nilai kontrak Rp14,9 miliar adalah penawaran kurang dari 80 persen harga perkiraan sendiri (HPS).

Sementara penawaran kurang dari 80 persen wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga berdasarkan ketentuan Permen PU Nomor 07/PRT/2011 tentang Standar dan Pedoman Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi.

“Pokja dengan sengaja memenangkan penawaran dari peserta walaupun menggunakan pengalaman yang tidak sejenis dengan pekerjaan yang dilelangkan,” kata Akbar.

Dia mengatakan perusahaan yang memenangkan pekerjaan di Desa Rerang tersebut hanya punya pengalaman menimbun pantai untuk kepentingan kegiatan MTQ tingkat kabupaten.

Hal lain yang ikut dilaporkan Akbar dan kawan-kawannya adalah kedua paket pekerjaan di Buol maupun di Dongala dikendalikan oleh satu orang dengan dua perusahaan yang berbeda yakni PT. Maritim Jaya Tolis untuk pekerjaan di Donggala dan PT. Wahana Cipta Lestari untuk pekerjaan di Buol.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam laporan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut yakni jumlah dan kualifikasi personel maupun peralatan tidak sesuai dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam dokumen lelang maupun dokumen kontrak.

“Di Donggala yang dipersyaratkan itu enam unit excavator, kenyataannya hanya empat unit,” katanya.

Selain itu dump truck yang mestinya dipersyaratkan 18 unit ternyata hanya enam unit.

Akibatnya, kata Akbar, pekerjaan akhirnya mengalami keterlambatan dari waktu yang ditentukan. Tidak itu saja, material yang digunakan juga bertentangan dengan ketentuan yakni hanya mengggunakan batu kapur sementara yang disyaratkan harus menggunakan batu kali dengan bobot tertentu.

“Ini jelas kerugian besar bagi negara sehingga perlu diusut karena diduga ada kerugian negara yang cukup besar dalam pekerjaan itu,” katanya.

Menanggapi pengaduan tersebut Pejabat Pembuat Komitmen Pantai dan Sungai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Dwi Cahyo mengatakan siap menghadapi jika ada tindaklanjut dari laporan tersebut.

Dwi mengatakan spesifikasi pekerjaan dengan menggunakan batu yang terpasang saat ini masih memungkinkan karena tingkat kerusakan abrasi di dua pantai tersebut kurang dari 40 persen.

“Tingkat abrasinya itu masih 20-25 persen,” katanya.

Selain itu, kata dia, batu yang digunakan juga sudah melalui uji laboratorium di Universitas Tadulako dan laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Tengah.

Terkait dengan pengendali perusahaan, Dwi mengatakan dirinya tidak tahu siapa di belakang dua perusahaan tersebut karena dirinya berhadapan dengan direktur langsung dari perusahaan itu.

“Yang saya tahu direkturnya yang tanda tangani langsung,” katanya.

Terkait dengan kelayakan perusahaan yang diduga tidak memiliki pengalaman dalam pekerjaan serupa, Dwi mengatakan itu urusan Pokja BSWS.

“Saya tidak mengurus itu. Kalau itu urusannya Pokja,” katanya. ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: