Lahan Kritis Capai 43 Ribu Hektar

POSO-Ancaman kerusakan kawasan hutan di wilayah Kabupaten Poso saat ini masih memprihatinkan. Salah satunya disebabkan oleh maraknya aksi pembalakan liar oleh masyarakat yang ingin membuka lahan. Tak heran karenanya, jumlah lahan kritis masih terbilang luas. Saat ini jumlah lahan kritis di Kabupaten Poso masih berkisar 43 ribu hektar atau sekitar 5% dari 871 ribu hektar luas kawasan hutan yang ada. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan luas lahan kritis pada tahun tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 25 hingga 30 ribu hektar.

“Jumlah kerusakan lahan di Kabupaten Poso saat ini berkisar 43 ribu hektar. Kerusakan itu tergolong kritis dan sangat kritis,” jelas Kadis Kehutanan Poso Ir. Yusak Mentara saat member sambutan dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di kawasan Pondok Pesantren Gontor Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir Rabu (2/12) kemarin.

Menyikapi kondisi hutan kritis tersebut, Kadishut Poso Yusak Mentara mengajak warga agar terus menjaga kelestarian kawasan hutan dengan tidak melakukan penebangan secara liar guna kepentingan pembukaan lahan perkebunan.

“Ekosistem dan kelestarian hutan harus terus dijaga. Salah satunya dengan cara menanam pohon untuk menekan laju tingkat degradasi hutan. Selain itu hutan juga dapat berfungi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karenanya mari bersama lestarikan hutan demi anak cucu kita nanti,” pinta Yusak Mentara.

Khusus di lokasi Pondok Pesantren Gontor, Dishut Poso melakukan penanaman sebanyak 700 pohon yang terdiri dari 400 pohon Ebony (kayu hitam), 100 pohon jati dan 200 pohon trembesi. “Jumlah pohon yang kita tanam dalam peringatan HMPI tahun ini tersebar hingga ke beberapa kecamatan, yang totalnya mencapai 232 ribu pohon,” urainya. Pohon pohon yang ditanam, diantarana dilakukan melalui program reboisasi lahan, kebun bibit rakat (KBR) dan program penghijauan.

Sementara Plh.Sekkab Poso Isnain T.Hi.Karim berharap, melalui program penanaman pohon ini sekaligus dapat memotivasi masyarakat agar turut serta menjaga kelestarian kawasan hutan yang menjadi salah satu paru paru dunia, karena hutan dapat menghasilkan oksigen bagi kehidupan manusia. “Manfaatkan potensi hutan secara bijak namun bukan berarti merusaknya,” pintanya.

Pihaknya juga mendorong seluruh komponen masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas lingkungan hutan sebagai penyangga kehidupan. “Karenanya kawasan hutan harus dilindungi melalui konservasi sumber daya hayati, dan mencegah dari kerusakan. Karena menjaga kelestarian hutan sejalan dengan visi misi serta nawa cita pemerintah saat ini,” tegas Isnain yang sekaligus membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Indonesia saat ini memiliki luas hutan terbesar ketiga di dunia, dengan luas mencapai 128 juta hektar. Ia optimis jika semua warga mau bersama sama menjaga kelangsungan kawasan hutan, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh manusia. “Dengan menjaga kelestarian hutan kita sudah ikut menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global,” tandasnya.

Isnain pun yakin, seiring dengan HMPI dan Bulan Menanam Nasional, maka tingkat kerusahan hutan dan lahan kritis khususnya di Kabupaten Poso bisa terus berkurang. “Dengan sering melakukan penanaman pohon, maka tingkat kerusakan hutan yang ada bisa kita tekan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan HMPI dan BMN, Kajari Poso Nurtamam SH, Rektor Unsimar Kisman Lantang, Humas Pengadilan Negeri Poso Suhendra Saputra, Kadispora Atmadjaja Mardjun serta masyarakat dan kelompok tani hutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada kelompok tani hutan berprestasi, sekolah yang sukses dalam program kecil menaman besar memanen serta kepada penyuluh kehutanan berprestasi dan polisi kehutanan berprestasi.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: