Proyek Lamban, Tindak Tegas Kontraktor Proyek RTH Masigi!

PALU-LSM Songulara Sulawesi Tengah memberikan warning (peringatan) kepada pihak pelaksana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Hal itu diungkapkan Riswan, Sekretaris LSM Songulara Sulteng yang ditemui Sulteng Post di salah satu warkop di Kelurahan Maesa, pekan kemarin.

Dia mengatakan, peringatan kepada pihak penyelenggara pembangunan RTH tersebut, mengingat beberapa kasus yang terjadi pada beberapa RTH yang sebelumnya telah dibangun di beberapa titik di Parigi Kota tidak terselesaikan dengan baik.

Menurut dia, pembangunan RTH di Parigi Kota selalu berujung pada tidak termanfaatkan oleh masyarakat dan bahkan bermasalah.

Hal itu dinilai akibat dampak dari kualitas bangunan yang tidak lagi sesuai dengan apa yang telah disepakati karena mengejar waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Coba lihat beberapa RTH di Parigi tidak termanfaatkan dengan baik. Padahal anggarannya cukup besar. Salah satu faktornya karena proses pekerjaan yang terburu-buru,” kata dia.

Dia menambahkan, jika memang waktu pelaksanaan yang diberikan kepada pihak pelaksana tidak mampu menyelesaikan pembangunan RTH tersebut, pihaknya meminta pihak Cipta Karya Provinsi Sulteng untuk lebih tegas dengan pihak rekanan atau kontraktor.

Dimana kata dia, sanksi yang diberikan kepada pihak rekanan yang dinilai telah melanggar kesepakatan antara kedua belah pihak, secara jelas telah diatur dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami minta pihak instansi yang menangani kasus itu harus lebih tegas dengan pihak pelaksana pembangunan, jangan sampai RTH Masigi bernasib sama dengan RTH lainnya di Parigi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan RTH perkotaan Kelurahan Masigi dinilai terancam molor. Pasalnya, waktu pelaksanaan yang terhitung sejak 12 Juni 2015 hingga 180 hari kedepan itu baru mencapai kurang lebih 60 persen penyelesaian.

Di lokasi proyek yang dilaksanakan oleh PT Mari Bangun Nusantara dengan anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp4,8 miliar lebih tersebut masih terlihat tumpukan material dan ribuan paping yang belum terpasang.sultengpos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: