Awal 2016 Pendataan API Harus Valid

Palu – Kasubdit Barang Kimia Tambang dan Limbah Kementerian Perdagangan RI, Rosiana Christina Frederick menegaskan, seharusnya nilai ekspor lebih besar dibanding impor untuk menghasilkan surplus dan menghasilkan devisa untuk negara. Hal ini diungkapkannya saat menyampaikan materi terkait Angka Pengenal Impor dalam kegiatan Sosialisasi Angka Pengenal Impor (API) dan Sosialisasi Surat Keterangan Asal (SKA) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng bekerjasama dengan Kementrian Perdagangan RI, di Hotel Mercuer Palu, Selasa (24/11/2015).

Dalam kesempatan tersebut Ia mengingatkan kepada seluruh eksportir agar tidak memaksakan melakukan ekspor khususnya produk yang dianggap dapat merusak pangsa pasar di luar negeri.

“Kalau bisa ekspor, dan mampu masih pasar lokal ya lakukan, kalau sudah kuat baru naik level dan naik level, kalau belum mampu jangan dipaksakan pangsa pasar sampai ke luar negeri,” ungkapnya.

“Karena kalau sudah dibawa ke luar negeri lalu tidak bagus, bisa jadi bumerang untuk negara kita sendiri. Dan mengembalikan kepercayaan negera lain itu susah,” katanya.

API sendiri merupakan kartu tanda pengenal bagai importir, Impor hanya dapat dilakukan oleh importir yang memiliki API. Mulai 1 Januari mendatang Kemendag meminta untuk pendataan API harus valid dikarenakan sistem akan diperbaiki, dimana kepemilikian langsung terdata melalui API online.

“Jika tidak valid data yang dimasukan, yang rugi bapak dan ibu sendiri pelaku usaha,” jelasnya.

Jenis API sendiri ada dua, yaitu Angka Pengenal Impor Umum (API-U) dan Angka Pengenal Impor Produsen (API-P). Jika API-U hanya kepada perusahaan yang melakukan impor barang dengan tujuan diperdagangkan sedangkan API-P diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, atau bahan pendukung untuk diperdagangkan ke pihak lain.

Sementara itu, Kepala Bidang PTSP BPM-P2TSPD Provinsi Sulteng juga menambahkan karena Presiden Joko Widodo telah mengaharuskan mempermudah proses birokrasi dalam hal apapun, maka semua persyaratan pembuatan API pun nantinya tidak akan sulit.

“Kalalu bisa dibuat dalam 1 hari kenapa harus berbulan bulan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Abubakar Ahmadali mengatakan bahwa setiap daerah pasti berkeinginan untuk lebih maju dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarkatnya. Sehingga pemereintah pun melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah.

“Ada satu statement yang saya yakini bahwa setiap daerah dan negara pasti punya keyakinan untuk membangun daerah dan negara yaitu guna mensejahterakan seluruh masyarakat,” katanya saat membuka secara resmi acara sosialisasi di Mercure Hotel, Selasa (24/11/2015).

“Di Palu pertumbuhan ekonomi sebesar 17,6 persen dan paling tinggi di Indonesia,” ungkap Abubakar Ahmadali.

Katanya, ada 3 pilar pelaku pendukung pertumbuhan ekonomi, pertama pihak swasta, kedua pihak BUMN, ketiga koperasi.

“Ada tiga pilar dan ketiganya ini merupakan pemutar roda ekonomi,” katanya.

Harapan pemerintah ditangan ketiga pilar itu bisa memberikan multi effect bagi daerah untuk kesejahteraan masyarakat luas.

“Harapan pemerintah pasti di tangan kalian dapat memutar ekonomi, dan memberikan multi effect. Semua bisa kecipratan dan muara terakhirnya semua sejahtera,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa aktifitas ekonomi yang tidak kalah penting adalah perdagangan, yaitu perdagangan dalam negeri dan luar negeri.

“Untuk itu tujuan diadakan sosialisasi ini supaya eksportir, pelaku usaha, SKPD mengerti lebih jelas tentang API dan SKA,” katanya.

Sosialisasi diadakan di dua ruangan berbeda, untuk Materi API menjelaskan tentang Impor sedangkan SKA menjelaskan tentang ekspor.

Materi SKA diisi oleh Kepala Sub Direk Prosedur dan Dokumen Direk Fasilitas Ekspor dan Impor Kemendag RI, Elsa Rosma. Materi yang dijelaskan diantaranya ketentuan asal barang, peraturan SKA, dan tips penggunaan SKA.

Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 50 orang peserta yang di antaranya adalah eksportir, pelaku UKM dan Dinas terkait.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: