Lore Bisa Jadi Penghasil Kopi

SIGI-Dataran Lore Utara hingga Selatan dikenal cocok untuk tanaman kopi dan holtikultura. Namun saat ini wilayah itu, khususnya Lore Utara dan Timur hanya dikenal sebagai penghasil sayuran saja, sementara kopi yang punya sejarah di wilayah itu justru tidak pernah terdengar kabarnya.

“Saya heran, sebagai orang Lore, kita ini sebenarnya penghasil kopi, tapi setiap ke dapur, yang kita lihat adalah pembungkus kopi produk luar, tidak ada hasil kopi kita sendiri,”ujar Yus Ama, anggota DPRD asal Lore. Keheranan dia, dikarenakan daerahnya pernah dipenuhi tanaman kopi, bahkan masyarakat Lore dikenal sebagai penikmat kopi untuk mengatasi udara yang lumayan dingin.

Di lembah napu sendiiri, menurut Yus, sebagian besar kopi yang ditanam adalah jenis Robusta. Namun masyarakat tidak terlalu berpikir untuk mengembangkannya menjadi produk jadi, kopi yang siap diminum. Namun Yus mengerti mengapa hal itu tidak dilakukan warga. Tidak adanya pasokan listrik yang memadai menjadi kendala bagi warga untuk mengembangkan usaha, bukan hanya mengolah kopi tapi juga usaha lain.

Namun sekarang sudah seminggu lebih listrik diwilayah itu menyala 24 jam. Hal ini menurut Yus Ama merupakan kesempatan bagi warga untuk mengembangkan segala usaha dengan skala kecil hingga menengah.”Dulu listrik hanya ada malam hari saja, sehingga sulit berharap usaha seperti pengolahan kopi atau meubel bisa berkembang, tapi sekarang sudah mulai bisa kita kembangkan semua,” kata Yus Ama.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: