Tingkatkan Profesional Peternak Lewat SPR

PALU-Sosialisasi kegiatan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Sulteng, Rabu(18/11), di Hotel Mercure dibuka Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Derry Djanggola mewakili gubernur.

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Plt Sekprov, disaksikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulteng, Faisal Mang dan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tadulako.

Ketua panitia, Arif Asikin mengatakan sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keprofesionalan peternak se Sulteng.

Kendala selama ini, lanjutnya, disebabkan banyaknya peternak skala kecil sekaligus merangkap manajer yang belum profesional mengelola ternak. Akibatnya, ternak dijual murah, ternak berkualitas baik dijual dan dipotong, sedangkan yang buruk justru dipertahankan.

Sementara itu, Gubernur lewat sambutan tertulis yang dibaca Plt Sekprov, memandang sosialisasi SPR sangat tepat untuk mengekspose potensi peternakan Sulteng dan meningkatkan SDM peternak lokal supaya tidak kalah bersaing dengan peternak luar.

“Sosialisasi SPR tahun 2015 merupakan momentum yang sangat tepat,” kata Derry.
Sementara itu, berdasarkan sensus pertanian 2015 terjadi surplus 8 % sapi/kerbau atau sebanyak 18.471 ekor, sehingga populasinya di Sulteng saat ini berjumlah 252.432 ekor. Sebelumnya hanya berjumlah 233.961 ekor.

“Hal ini menunjukkan bila program pembangunan peternakan kita laksanakan lebih optimal niscaya kita akan mendapat hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Dia mengatakan, ada 3 prinsip yang harus dijalankan yakni, bonding yaitu mengubah cara pikir peternak melalui edukasi partisipatif yang arahnya ke bisnis kolektif. Bridging yaitu menjembatani antar peternak dalam melaksanakan aksi kolaboratif untuk memperkuat kapasitas komunitas dan networking yaitu memperluas jejaring baik dengan sesama peternak, mitra usaha dan stakeholder peternakan lainnya.

“Marilah, kita terus lanjutkan pembangunan peternakan melalui SPR yang didalamnya terdapat sekolah peternakan rakyat,” terang Derry Djanggola.

Derry meminta orientasi pengembangan komoditas peternakan di Sulteng tidak hanya fokus di aspek produksi saja tapi mesti diperluas sampai ke seluruh subsistem agribisnis peternakan.

“Meliputi subsistem hulu (sarana produksi peternakan), subsistem budidaya (usaha budidaya ternak) dan subsistem hilir (penyimpanan dan pengolahan hasil serta pemasaran),” imbuhnya.

Sosialisasi diikuti lebih kurang 100 peserta meliputi utusan SKPD provinsi, kota dan kabupaten yang membidangi fungsi-fungsi peternakan, utusan SPR Palu, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, Morowali, Morowali Utara, Banggai dan Tolitoli, peneliti, usahawan, peternak dan lain-lain.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: