Puluhan Sopir Angkot Di Palu Terjaring Razia

Palu – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Palu, Kamis terjaring dalam razia penertiban kawasan tanpa rokok (KTR).

Razia dalam rangka penerapan tindak pidana ringan (tipiring) sesuia Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok yang dilakukan tim khusus dari satgas antirokok untuk angkutan umum di jalan raya dilakukan pada tiga titik.

Titik razia pertama di bilangan Jalan RA Kartini depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng. Selama 15 menit, petugas berhasil menjaring beberapa sopir angkot yang menjalankan kendaraan sambil mengisap rokok.

Lokasi razia berikutnya di Jalan Mohamad Yamin dan Jl Sisingamangaraja.

Pada kedua lokasi tersebut, petugas satgas antirokok yang terdiri dari beberapa petugas Dinas Perhubungan, Polres Palu dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Palu menjaring sejumlah sopir angkot yang melanggar.

Semua sopir angkot nakal yang melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2015 tersebut langsung dibawa ke Kantor Wali Kota Palu untuk menjalani sidang tipiring.

Rata-rata sopir angkot yang melanggar oleh hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Palu, Dede Hazim hanya dihukum denda Rp100 ribu per orang.

Nadir, seorang sopir angkot mengatakan belum mengetahui soal Perda KTR dimaksud.

“Saya belum pernah dengar. Tetapi saya mendukungnya perda tersebut,” kata dia.

Namun, Nadir berharap Pemkot Palu lebih intensif lagi melakukan sosialisasi karena masih banyak masyarakat, termasuk para sopir angkot maupun angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antarprovinsi (AKDP/AKAP), serta angkutan pedesaan yang tidak mengetahui adanya Perda Nomor 3 Tahun 2015 Tentang KTR.

Sementara Akbar, seorang petugas Dishub Kota Palu mengatakan baru ada tiga daerah yaitu Bali, Bogor dan Kota Palu yang memberlakukan Perda KTR.ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: