Ilegal Fishing di Togean Semakin Marak

Ampana – Ditengah gencar-gencarnya Pemda Touna mempromosikan wisata laut Kepulauan Togean dan menjaga terumbu karang, ternyata masih banyak juga aktfitas Illegal Fishing atau penangkapan ikan secara illegal dengan cara pemboman ikan yang dilakukan kelompok masyarakat.

Salah satu pemerhati wisata di Touna, Samad Katjong kepada Metro Sulawesi, Rabu (18/11/2015) mengatakan, saat ini pemboman ikan yang terjadi di Kepulauan Togean makin marak dilakukan kelompok nelayan yang berasal dari luar Kabupaten Touna.

“Dua hari kemarin saya baru pulang dari Kepuluan Walea dan Togean, masyarakat disana mulai mengeluhkan hampir tiap hari terjadi pemboman ikan dan yang melakukan itu bukan dari Touna tapi dari Kabupaten Banggai, yakni dari Pagimana dan Bunta,” katanya.

Bahkan, hal itu juga telah dilaporkan oleh kepala desa setempat yaitu Kades Desa Kondongan.

Lebih jauh lagi mantan Camat Walea Besar itu menjelaskan, dampak pemboman bom ikan itu telah merusak terumbu karang. Bahkan, saat ini ada kecenderungan para sindikat bom ikan dari luar Touna itu mulai menyasar kawasan wisata Tanjung Karang yang selama ini merupakan wilayah operasi yang dikelola oleh Mr. Lucas pemilik PT. Walea DCR.

Namun, semenjak Mr. Lucas dinyatakan kalah oleh Pemda Touna dalam pengadilan masalah kepemilikan dan batas batas lahan dikawasan wisata Tanjung Kramat. Terhitung sejak bulan Maret silam, tidak terlihat lagi pengawasan serius yang dilakukan penjaga pantai.

“Karena beliau jarang berada ditempat, sehingga daerah tersebut tidak terjaga lagi dari kegiatan Illegal Fishing,” ungkapnya.

“Kalau dulu dikawasan Tanjung Kramat tidak ada yang berani memancing didekat kawasan Tanjung Kramat, karena diawasi oleh anak buah Mr. Lucas dan beliau sangat menjaga keutuhan dan keindahan wilayah tersebut, karena tempat itu merupakan salah satu kawasan wisata terbaik di Touna,” tuturnya.

Bukan itu saja, menurutnya, selain tak ada lagi pengawasan dari Mr. Lucas. Menara kontrol yang dibangun oleh Pemda sudah tidak berfungsi. Bahkan sama sekali tidak terlihat ada penjaga yang mengawasi perairan tersebut .

“Menara kontrol yang dibangun itu untuk apa, tidak ada petugas karena kurang pengawasan di perairan tersebut, sehingga orang bebas melakukan pemboman ikan disitu. Bagaimana kita menghembuskan Sail Togean ke depan, sementara daerah wisata kita sudah rusak, seolah-seolah keadaan ini dibiarkan dan siapa yang bertanggung jawab,” kata Samad.

Makanya Ia berharap agar Pemda Touna kedepan lebih serius dalam mengontrol Illegal Fishing yang marak terjadi dengan mengoptimalkan penjagaan menara pantau yang dipasang diperairan Togean.

“Kedepan nanti saya berharap Pemda serius menjaga dan mengawasi kawasan wisata di Togean,” tutupnya.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: