Kapolri Bantah Salah Tembak

Palu- Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti membantah isu yang beredar bahwa pria yang tertembak beberapa waktu lalu di Sausu Kabupaten Parigi Moutong adalah korban salah tembak.

“Itu bukan salah tembak, karena bukan orang lokal tapi hasil identifikasi korban itu orang daerah Bima (Nusa Tenggara Barat),” kata Badrodin Haiti saat menjenguk korban kecelakaan yang menimpa prajurit Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Selasa (17/11/2015).

Badrodin tidak memberikan keterangan pasti, apakah itu anggota Santoso atau bukan. Namun hanya mempertegas bahwa aparatnya tidak melakukan salah tembak pada warga lokal.

Mengenai pengejaran kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Warda, Badrodin berharap akan selesai akhir tahun ini.

“Saat ini kita sedang menyelesaikan operasi di Poso Pesisir, Tambarana, Sausu sampai Santoso tertangkap,” tegasnya.

“Saya juga meyakini bahwa kelompok Santoso Cs masih berada di dalam hutan saat ini,” tambahnya.

Kapolri yang tiba di Palu bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam agenda mengunjungi korban kecelakaan lalulintas di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.

Panglima TNI yang tiba terlebih dahulu dengan pesawat khusus, kemudian disusul Kapolri yang menggunakan pesawat komersil. Mereka bertemu di VIP Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu dan keluar dari terminal bandara sekitar pukul 12.15 Wita.

Diberitakan sebelumnya seorang terduga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) bernama Farouk, dilaporkan tewas tertembak dalam kontak senjata dengan aparat keamanan di wilayah Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (16/11/2015).

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto kepada sejumlah media mengakui bahwa wilayah Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu dari tiga daerah yang difokuskan pada operasi Camar Maleo VI yang akan berlangsung sampai akhir tahun ini.

“Selain wilayah Sausu Kabupaten Parigi Moutong, operasi juga dilaksanakan di Poso dan Sigi,” terangnya.

Operasi camar 4 ini kegiatan terpusat dengan unsur gabungan TNI dan Polri serta melibatkan polres masing-masing daerah seperti Polres Poso, Parigi Moutong dan Kota Palu.

Besuk korban

Kapolri dan Panglima TNI menjenguk korban kecelakaan yang menimpa prajurit TNI-AD dari kesatuan Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Hingga Selasa (17/11/2015) belasan personel TNI itu menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu dan Rumah Sakit Undata.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan datang ke Palu khusus menengok prajurit TNI yang mengalami kecelakaan.

”Saya dan Kapolri datang kemari khusus menengok prajurit TNI yang kecelakaan beberapa waktu lalu. Yang saya lihat semuanya ditangani RS Bhayangkara dengan baik, tinggal menunggu pemulihan saja,” tegasnya.

Kronologis

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menjelaskan kronologis kecelakaan yang menimpa prajurit TNI-AD dari kesatuan Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar, di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (15/11/2015).

Dia mengatakan, kejadian itu saat pasukannya yang latihan bersama kepolisian akan digantikan oleh kesatuan Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar. Pengemudi truk belum pernah melewati jalur tersebut sehingga dengan medan yang curam dan tikungan yang tajam.

Menurut pengemudi, kata Gatot Nurmantyo rem mobil tiba-tiba blong.

“Karena rem blong saat berbelok, truk langsung terguling sampai tiga kali,” katanya.

Panglima menjelaskan pasca kejadian itu, pihak kepolisian dan Angkatan darat langsung mengevakuasi para korban dengan menggunakan helicopter,sehingga ini mempercepat proses evakausi sehingga banyak pasukan yang bisa dengan cepat mendapatkan pertolongan medis.

Dia juga membantah bahwa isu yang berkembang yang mengatakan kalau truk yang ditumpangi 22 prajurit tersebut jatuh ke jurang.

“Truknya tidak jatuh ke jurang, tapi di tepi jalan,” ungkapnya.

Panglima mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian Daerah Sulteng yang telah merawat dengan baik prajurit mereka yang saat ini tinggal menunggu proses pemulihan.

“Saya lihat di sini semuanya ditangani dengan baik,” tambahnya.

“Saat ini masih ada dua prajurit yang sedang menjalani operasi di RS Undata Palu, pasca operasi akan dirawat dan dipulihkan kembali di RS Bhayangkara Palu,” jelas Panglima.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan lima prajurit meninggal dunia yakni Praka Makmur, Serda Junaedi, Pratu Ladarman, Praka Sulaiman, dan Praka Mukhtar.

Sedangkan 16 prajurit lainnya luka-luka yakni Kopda Sualan, Sertu Ajaluddin, Serma Rohani, Pratu Zaenal, Praka Deddi, Praka Salam, Praka Efendi, Prada Wendi Aziz, Kopda Nikson Kakamte, Pratu Arnold, Kopda Ridwan, Praka Risman, Sertu H Gani, Kopda Ruslin, Kapten (Inf) Yustianto Yugoza dan Saiful (supir/sipil).

Sekitar satu jam berada di RS Bhayangkara Palu, Panglima dan Kapolri beserta rombongan lainya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat khusus milik TNI AD di landasan Bandara Mutiasra Sis Al Jufri Palu untuk menuju Kabupaten Poso dan menghadiri Rapat Kordinasi(Rakor) pergantian pasukan yang saat ini sementara menjalani latihan.

Turut dalam penerbangan itu Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis dan juga Danrem 132/Tadulako Kol Inf Syaiful Anwar.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: