Enam Polisi Morowali Dipecat

MOROWALI- Enam anggota Polres Morowali dipecat melalui sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) akibat pelanggaran disiplin profesi.

Sanksi PTDH ini diberikan kepada Bripka Devinder Sidabutar, Bripka Ishak Malagapi, Bripka Mujahidin, Brigadir Sandy Suardi, Brigadir Sulaeman dan Bripda Arfandy Nur.

Wakapolres Morowali Kompol Lexi Gagola mengatakan, tindakan tegas ini diberikan karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berat sebagai seorang penegak hukum dan pelayan masyarakat.

“Keenamnya ada yang terlibat dalam kasus narkoba, KDRT, (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) perselingkuhan dan tidak pernah berdinas tanpa keterangan selama 30 hari berturut-turut,” tegasnya, Rabu (18/11/2015).

PTDH yang diberikan kepada anggotanya ini, jelas Lexi, juga menjadi bagian penting bagi pembinaan anggota jajaran Polres Morowali.

Sanksi ini diberikan agar anggota yang lain lebih mawas diri dan tidak main-main dengan pelanggaran disiplin profesi sebagai anggota Polri.

“Ini contoh yang tidak baik dan tidak patut ditiru oleh anggota Polres Morowali yang lain,” tegasnya.
PTDH ini digelar dalam apel pagi pada Selasa (17/11/2015) yang dihadiri ratusan anggota Polri. Namun dalam pelucutan baju dinas anggota Polri tersebut, hanya Brigadir Sulaeman yang hadir.

“Yang lainnya tidak hadir tanpa keterangan. Memang sebelum dilakukan PTDH, mereka semua sudah melalui proses sidang di Mapolres Morowali,” sebutnya.

Informasi yang dihimpun Sulteng Post, masing-masing telah melakukan pelanggaran berat sehingga patut dipecat dari kesatuan Polri, diantaranya Bripka Devinder Sidabutar terlibat kasus narkotika dan sempat mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut).
Bripka Ishak Malagapi tidak masuk kantor selama 30 hari berturut turut.

Brigadir Sulaeman tidak masuk kantor selama 30 hari berturut turut.
Bripda Arfandy Nur terlibat kasus perselingkuhan dengan istri salah seorang anggota TNI yang dipergoki di asrama TNI 711 di Palu.

Sekadar diketahui Bripda Arfandy Nur belum satu tahun dinas di kesatuan Polri.
Bripka Mujahidin tidak masuk kantor 30 hari berturut turut dan Brigadir Sandy Suardi akibat kasus KDRT. SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: