Pengembangan Prestasi di Bidang Robotic, MI Muhammadiyah Al-Haq Terkendala Dana

Palu – Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Alhaq Musafir mengatakan, terkait dengan ditunjuknya siswa MI Muhammadiyah Alhaq untuk mewakili Indonesia pada kontes robotic tingkat internasional di Singapura Januari 2016, dia mengakui pihaknya kesulitan soal dana akomodasi, karena harus ditanggung sendiri baik oleh pihak sekolah maupun orang tua murid.

Sehingga, pihaknya mengharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi agar murid-muridnya bisa berangkat, mewakili Indonesia pada kontes bergengsi tersebut.

“Memang dari pemerintah khususnya kementerian agama sudah ada perhatian, tapi belum cukup, karena anak-anak ini butuh lebih banyak jam terbang untuk lebih mengasah kemampuan mereka, dan saya berharap dana bukan menjadi kendala untuk menunjukkan bahwa anak-anak Sulawesi Tengah itu dapat berprestasi bukan hanya ditingkat nasional tapi juga internasional,” harapnya.

Musafir menuturkan, secara umum keterampilan murid-muridnya di bidang robotic memiliki sejarah yang bagus, karena mampu berprestasi baik ditingkat daerah maupun nasional.

Beberapa prestasi yang berhasil diraih murid-murid MI Muhammadiyah Alhaq diantaranya adalah juara harapan pada kontes robotic yang diselenggarakan Institut Teknologi Surabaya tahun 2012, 10 besar pada olimpiade robotic Sekolah Islam di Yogyakarta,

Terakhir adalah juara 2 dan 3 pada kontes robotic yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Tadulako (Untad) Palu pada 10 November 2015, yang diwakili Muhammad Adim Zaky Pratama (Kls V), Abdul Azis Tri Irsa Saputra (Kls V), Ismail Dwi Muhammad Anugerah (Kls IV) Muhammad Sapli (kls VI), Sultan Ali Aluweni (Kls VI) serta Firman Bahrul Ulum (Kls IV).

Menurutnya prestasi membanggakan yang berhasil diraih anak didiknya di bidang non akademik tersebut tidak terlepas dari kegiatan ekstrakulikuler yang sangat digalakkan pihak sekolah, sebagai bagian dari upaya pengembangan minat dan bakat siswa diluar kegiatan akademik.

“Setiap sore diluar jam sekolah kita latihan, selain bidang robotika, kegiatan lainnya seperti marching band dan lainnya juga kita perhatikan, ini sebagai bagian dari dukungan sekolah dalam mewujudkan siswa yang kreatif dan berprestasi, dan saya mengharapkan prestasi prestasi anak-anak terus meningkat sesuai dengan jadwal latihan yang diberikan,” ujarnya.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: