Pemkot Palu, Gelar Presentasi Riset Dampak Rokok

PALU-Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, menggelar riset dampak rokok guna mengatahui perkembangan penerapan, peraturan Walikota nomor 18 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok dan peraturan daerah nomor 3 tentang kawasan tanpa rokok tahun 2015, yang dihadiri seluruh Kepala Kelurahan di Kota Palu, di ruang rapat kesekretariatan, Kantor Walikota Palu, Senin (16/11/2015) kemarin.

Staf Ahli pemerintah kota palu Hary Wahyudi Supono menjelaskan merokok merupakan kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, karena menurut badan kesehatan dunia (WHO) rokok merupakan zat adiktif yang memiliki kandungan kurang lebih 4000 elemen, dimana 200 elemen di dalamnya berbahaya bagi kesehatan tubuh menambahkan bahwa racun yang utama dan berbahaya pada rokok antara lain tar, nikotin, dan karbon monoksida, hal tersebut di katakan oleh pada pembukaan presentase presentasi hasil riset dampak rokok terhadap penyakit ispa.

“Dampak rokok tidak hanya mengancam si perokok tetapi juga orang disekitarnya atau perokok pasif. Analisis WHO, menunjukkan bahwa efek buruk asap rokok lebih besar bagi perokok pasif dibandingkan perokok aktif,” jelasnya saat menyampaikan sambutannya, kemarin

Selain itu kata Hari, asap samping pada rokok terbukti mengandung lebih banyak hasil pembakaran tembakau dibanding asap utama. Menurutnya, asap itu mengandung karbon monoksida 5 kali lebih besar, tar dan nikotin 3 kali lipat, ammonia 46 kali lipat, nikel 3 kali lipat, nitro samine sebagai penyebab kanker kadarnya mencapai 50 kali lebih besar asap sampingan dibanding dengan kadar asap utama

“Akibat yang ditimbulkan dari perokok aktif di lingkungan kerja kita sangatlah membahayakan perokok pasif lainnya. maka sangat tepatlah dilaksanakan kegiatan ini. oleh karena itu”, katanya

Hari berharap, seluruh peserta benar-benar mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama, sehingga implementasi peraturan walikota palu nomor 18 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok dan peraturan daerah nomor 3 tentang kawasan tanpa rokok tahun 2015 dengan benar diberlakukan dan diimplementasikan di masing-masing kelurahan yang ada di kota palu.

“Berkenaan dengan pelaksana ini pula, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala dinas kesehatan beserta jajarannya atas terlaksananya kegiatan ini. Dan saya berharap, semoga semuanya bisa menjaga penebaran asap rokok di daerahnya agak implementasi Perwali dan Perda tentang rokok, bisa serius dijalani, ”pungkasnya. SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: