Layanan PDAM Touna Macet

Ampana – Selama beberapa hari terakhir ini layanan air bersih PDAM Ampana, Kabupaten Tojo Unauna tidak memuaskan, dari pagi bahkan sampai malam hari air ledeng mati total. Pelanggan mengeluh karena kran di rumah warga, airnya keluar hanya menetes, bahkan tidak ada sama sekali.

Beberapa wilayah yang terkena imbas macetnya layanan PDAM seperti, Kelurahan Muara Toba, Desa Sumali, Kelurahan Dondo. Warga mengungkapkan betapa sulitnya untuk mencuci dan mandi karena air dikran hanya menetes pada tengah malam, bahkan sama sekali tidak mengalir.

Ci Engi, seorang warga yang tinggal di Kelurahah Muara Toba mengeluhkan, sudah empat hari air dirumahnya tidak mengalir, sementara tetangga lainnya juga mengeluhkan air PDAM hanya mengalir tengah malam saja.

“Sejak tanggal 2 November air PDAM hanya menetes saja dari kran, tapi ini sudah empat hari air terakhir ini di rumah saya tidak mengalir air dari PDAM, sehingga untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak kami hanya mengambil air di tetangga sebelah yang menggunakan pompa air listrik, dan saya sudah menyampaikan ini ke Kantor PDAM melalui teman saya,” ungkap Ci Engi.

Hal yang sama diungkapkan seorang ibu rumah tangga, Siti Rahma warga Desa Sumoli. Ia mengaku air PDAM hanya mengalir pada saat malam hari. Sehingga mereka hanya bisa menampung air di bak pada tengah malam.

“Kalau disini air PDAM hanya mengalir pada tengah malam saja, kalau masuk malam baru menetes nanti tengah malam baru kencang,” ungkap Siti Rahma.

Direktur PDAM Ampana Bachtiar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengakui, memang dalam beberapa hari terakhir ini distribusi air bersih mengalami gangguan, seiring dengan datang musim kemarau yang mengakibatkan debit air menurun.

“Bak penampungan yang ada di Saluaba dan Kajuwou merupakan sumber air baku PDAM yang akan di distribusikan kepada enam ribu pelanggan PDAM, tapi dua bak air sudah kering sehingga pasokan air kepada konsumen menjadi terganggu,” kata Direktur PDAM Ampana Bahtiar.

Lebih jauh Bahtiar juga menjelaskan, pendistribusian air ke rumah konsumen sebanyak 6 ribu pelanggan di ibu kota Kabupaten Touna, selama musim kemarau kurang lancar dan bahkan dalam beberapa hari ini mengalami macet karena sumber air baku kering.

“Di musim panas beberapa bulan terakhir ini, mengakibatkan dua bak penampungan mengalami kekeringan, padahal dua bak penampungan menjadi andalan untuk penyediaan air baku PDAM,” jelas Bahtiar.

Untung saja, kata dia, cadangan air masih ada untuk mendistribusikan kepada sejumlah kepala keluarga yang ada di dalam kota Ampana.

“Pastinya kalau sudah mulai musim hujan stok air bersih kembali normal seperti biasa, sebagian rumah bisa kita distribusikan hanya saja debit air semakin mengecil tapi musim hujan di wilayah Ampana yang mulai datang,” terangnya.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: