Tambang Galian C Merusak Lingkungan

Donggala – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Donggala, Harnis S Tindavera meminta kepada Dinas ESDM Kabupaten Donggala untuk tidak lagi merekomendasikan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV Mitra Kaili, yang beroperasi di Desa Masaingi, Kecamatan Sindue. Sebab dampak dari aktifitas perusahaan yang sudah beroperasi puluhan tahun itu, sangat merugikan masyarakat.

“Saya minta Dinas ESDM Donggala tidak lagi merekomendasikan perpanjangan IUP CV Mitra Kaili. Akibat aktifitas perusahaan, lingkungan kami sudah rusak, kebun masyarakat terancam, bahkan beronjong untuk menahan banjir kalau tiba-tiba datang juga ikut rusak,” kata Harnis.

Harnis mengungkapkan, sumber-sumber air bersih masyarakat saat ini juga sudah mulai kering. Bahkan air laut masuk kemuara hingga lima puluh meter.

“Padahal dulu tidak seperti itu. Ini akibat perusahaan tersebut mengeruk pasir disepadan sungai,” ungkapnya, Senin (9/11/2015).

Dia menjelaskan, IUP CV Mitra Kaili itu akan berakhir tanggal 24 November 2015 ini. Semestinya 6 bulan sebelum masa berakhirnya IUP tersebut, pihak Mitra Kaili sudah melakukan reklamasi pasca tambang, tapi hal ini kata Harnis, tidak pernah dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Pernah dulu perusahaan melakukan pengerukan dibawah jembatan. Alasan mereka mau meluruskan alur sungai, ternyata materialnya di bawa keperusahan untuk diolah,” jelas Harnis.

Saat ini, lokasi milik CV Mitra Kaili itu di kelola oleh PT Panca. Dan terus melakukan aktifitas pengerukan pasir baik di sungai desa Masaingi, maupun di Sungai desa Marana, Kecamatan Sindue.

Saat ini, ungkap beberapa warga Masaingi yang enggan di korankanya namanya, PT Panca tersebut juga terus mengeruk pasir pantai. Meskipun menuai protes dari warga, namun PT Panca terus saja melakukan aktifitasnya dengan mengeruk pasir pantai. Dan anehnya, pemerintah desa dan BPD Masaingi, hanya diam dan cenderung merestui aktifitas PT Panca mengeruk pasir pantai tersebut.

“Kami berharap IUP CV Mitra Kaili dan PT Panca itu di cabut. Karena sudah meresahkan dan merugikan masyarakat,” kata warga Masaingi yang enggan di sebutkan namanya tersebut.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: