Mahasiswa Poso Deklarasikan Tolak Bela Negara

Poso – Komite Persatuan Rakyat yang tergabung dari Pusat Perjuangan Mahasiswa Poso untuk Pembebasan Nasional dan Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia (PEMBEBASAN-PPRI) dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Selatan (IKMAS) mengeluarkan pernyataan bersama terkait PP 78 mengenai perburuhan dan Bela Negara.

Halim selaku Kordinator KPR (Komite Persatuan Rakyat) kepada Metrosulawesi mengatakan, bahwa PP 78 merupakan regulasi yang tidak berpihak kepada kaum buruh. Dimana dalam PP 78 ada beberapa pasal yang merugikan kaum buruh dan berpihak pada pengusaha.

Contoh dalam pasal 44 bahwa kenaikan upah tiap tahun di hitung berdasarkan inflasi dan pendapatan domentik bruto. Hal ini jelas bertolak belakang dengan UU Ketenaga kerjaan dimana kenaikan upah di hitung berdasar pada Komponen Hidup Layak (KHL).

Menurutnya, dalam PP 78 dijelaskan bahwa perhitungan Komponen Hidup Layak hanya dihitung 5 tahun sekali bukan setiap tahun. Disini bisa dinilai bahwa keberpihakan PP 78 hanya untuk menguntungkan pengusaha.

Kata dia, jika PP 78 sedikit-demi sedikit akan menutup ruang terhadap keterlibatan serikat pekerja dalam penentuan upah dan lagi kenaikan upah tiap tahun relative lebih kecil, tak ada sangsi pidana bagi perusahaan/pengusaha pelanggar upah, pemerintah hanya mementingkan pengusaha dengan alasan kestabilan ekonomi yang akhirnya buruh menjadi korban. Oleh karenanya, PP 78 harus segera dicabut.

“Kami tak butuh bela Negara, yang kami butuh adalah bela rakyat sebab membela rakyat dari kekejaman rezim, dari korupsi dan dari pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah bentuk konkrit dari bela Negara yang sesungguhnya, bukan pakai senjata dan sebagainya,” ujar Halim, kepada Metrosulawesi, Selasa (10/11/2015).

Selain itu, KPR juga mengangkat Isu tentang Bela Negara, karena Bela Negara sendiri merupakan kebijakan yang militeristik dan justru berpotensi mengembalikan situasi sekarang seperti dimasa Orde Baru.

Sebagaimana diketahui Orde Baru adalah rezim yang sangat mengistimewakan militer dan tak segan-segan bertindak kejam terhadap rakyat. Oleh karena itu, gabungan organisasi mahasiswa Poso ini menolak bela Negara.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: