Ganti Rugi Lahan Bandara Bertahap

PALU-Pemerintah Kota (Pemkot) Palu segera memproses pembayaran ganti rugi pembebasan lahan Bandara Mutiara Sis Aljufri untuk kebutuhan sisi barat yang luasnya sekitar 2.400 meter persegi.

Pemkot juga akan menganggarkan dana pembebasan lahan sebesar Rp 3,5 Miliar dari APBD Kota Palu.
Hal ini dikatakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Arfan yang diwakili Kasubag Administrasi Pertanahan Setdakot Palu, Bing Efir Tobigo, Kamis (12/11/2015).

“Anggaran sebanyak itu nantinya buat biaya pembebasan lahan untuk perluasan area bandara secara bertahap, dengan jumlah dua orang pemilik lahan, dimana lahan 2,4 hektar ini sudah harus dibangun fisiknya yakni untuk kantor administrasi, penanganan limbah cargo dan lainya sesuai kebutuhan yang mendesak,” kata Bing Efir.

Dia mengatakan, proses pembebasan lahan akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, harus disesuaikan dengan anggaran pemerintah serta master plan bandara.

“Sekarang pagar bandara yang sebelah barat itu akan dilebarkan sekitar 40 hingga 50 meter ke arah barat,” katanya.
Sesungguhnya kebutuhan lahan bandara termasuk pengembangan runway di tahun 2016 sekitar 17.956 meter persegi, yang mana untuk menentukan harga dilakukan tim Apresial bukan lagi tim sembilan yang sebelumnya dibentuk Pemkot.

Lanjut Bing Efir, untuk pembebasan bandara masih ditambah 60 meter untuk daerah areal aman, jadi totalnya kurang lebih 340 meter lagi sebelah utara.

Sementara, sebelah selatan bandara kata dia akan dilakukan pelebaran dengan panjang sekitar 708 meter dan lebar sekitar 40 meter.

Sebelumnya Penjabat Walikota Palu, Mohammad Hidayat Lamakarate mengatakan saat ini panjang landasan sekitar 2.500 meter, penambahan minimal mencapai 3.000 meter untuk memenuhi standar Internasional.

“Harapan kami ini akan berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” pungkasnya.
“Saat ini runaway (landasan pacu) bandara mencapai 2.500 yang tadinya hanya 2.250. Kita target panjangnya mencapai 3000 meter pada tahun depan,” jelasnya.

Penambahan landasan pacu ini sangat penting, sebagai upaya menjadikan bandara termegah di Sulteng ini menjadi bandara internasional serta dapat disinggahi pesawat-pesawat berbadan besar.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: