Mahasiswa Fakultas Hukum Persoalkan Beban Pembelian Paving

Palu – Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) melakukan aksi di Depan Gedung Dekanat untuk mempertanyakan transparansi dana paving yang dibebankan kepada mahasiswa, Selasa (10/11/2015).

Koordinator aksi Firmansyah mengatakan, banyak masalah di fakultas Hukum diantaranya ancaman kepada mahasiswa dari pihak fakultas untuk tidak di sarjanakan.

“Bahkan mahasiswa baru (2015) dibebani membeli paving, jika mahasiswa bersangkutan tidak memperlihatkan nota pembelian paving, mahasiswa tidak akan menerima Kartu Rencana Studi (KRS),” kata Firmansyah.

Bukan hanya itu, massa juga mempersoalkan pelayanan dan fasilitas pihak fakultas yang tidak maksimal.

“Seperti infokus di setiap kelas banyak yang rusak, ditambah lagi kebijakan setiap wakil dekan yang tumpang tindih,” ujar Firmansyah.

Ditemui diruangnnya, Dekan Fakultas Hukum Johnny Salam mengatakan, pembelian paving tidak wajib bagi mahasiswa.

“Pembelian paving itu adalah imbauan, itu hasil rapat orang tua mahasiswa, dimana fakultas tidak sepeserpun mengambil uang dari paving tersebut, siapa yang mampu beli, silahkan beli, kalau tidak bisa kami tidak paksakan,” aku Johnny Salam.

Menjawab tuntutan fasilitas infokus di setiap kelas, ia menjelaskan kesadaran memiliki mahasiswa sangat kurang.

“Remot infokus diletakan di dalam kelas bisa hilang, jadi untuk menghidupkan infokus hanya menggunakan kayu, akibatnya rusak infokus , apakah setiap bulan harus ganti infokus,” tegas Johnny Salam.

Menurutnya aksi tersebut hak mahasiswa, “Yang salah akan saya perbaiki, kan saya hanya manusia biasa, tetapi saya tidak akan tutup mata dengan masalah di fakultas Hukum,” tegasnya.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: