Bocah 7 Tahun Dicabuli Ayah Kandung

POSO- Sungguh bejat, salah satu orang tua di Poso, tega mecabuli anak kandungnya sendiri yang baru duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar atau berumur 7 tahun. Pelaku yang juga sekaligus merupakan ayah kandung bernama Arkius alias Simon (34), warga Desa Tonipa Kecamatan Poso Pesisir yang tega berbuat cabul terhadap anak kandungnya sendiri.

Perbuatan bejat Arkius ini terungkap ketika Bunga (nama samaran) mulai merasa kesakitan dan menceritakan perihal kejadian yang baru saja ia alami kepada neneknya yang selam ini mengasuhnya. Atas dasar keterangan Bunga inilah oleh pihak keluarga anak tersebut langsung melaporkan perbuatan pelaku ke pihak aparat di Polsek Poso Pesisir.

Kapolsek Poso Pesisir Iptu. Suradi yang dikonfirmasi media ini pada Senin (09/11/2015) membenarkan adanya pelaporan warga yang masuk di Mapolsek Poso Pesisir pada akhir pekan kemarin, terkait adanya perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri bernama Arkius alias Simon.

Menurutnya, saat laporan diterima, personil langsung diturunkan untuk menjemput pelaku dan ternyata pelaku sudah melarikan diri kerumah keluarganya yang ada di Kabupaten Morowali.

“Laporannya sudah masuk, korban juga sudah kami mintai keterangannya. Sementara ini kasusnya tengah dalam tahap penyidikan petugas. Untuk melengkapi berkas pelaporan ini, Hari Senin ini nenek dan kakak perempuan korban, juga akan kami mintai keterangannya,” ungkap Suradi.

Suradi menambahkan, perisitiwa ini terjadi pada hari Senin malam awal pekan kemarin, dimana Arkius alias Simon mendatangi Bunga dan kakak perempuannya berusia 10 tahun, yang saat itu tidur berdua dalam satu kamar di rumah neneknya. Pelaku meraba-raba dan memasukan salah satu jarinya ke dalam kemaluan korban tanpa membuka pakaian yang dikenakannya.

Selang beberapa hari kemudian, dampak dari perbuatan bejat ayahnya tersebut, Bunga mulai merasa kesakitan dibagian selangkangannya. Yang akhirnya, ia harus tuturkan semua pada neneknya apa yang menjadi penyebab, rasa sakit yang ia derita.
Untuk pelakunya sendiri ujar Suradi, masih dalam tahap pengejaran yang diduga kuat pelaku berada di wilayah Bungku Kabupaten Morowali. Kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan aparat Kepolisian Polres Morowali guna melacak keberadaan si pelaku, yang kabarnya memang selama ini tengah bekerja di wilayah Morowali.

”Kami sudah berkoordinasi dengan aparat yang ada di wilayah Morowali untuk mencari dan sekaligus mengamankan si pelaku,” terangnya.

Jika terbukti bersalah, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 76 D Undang-undang nomor 25 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun atau denda Rp 15 milyar rupiah.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: