Pasca Kemarau, Dispertanak Buol Bantu Bibit Petani

Buol – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Buol, memberikan bantuan bibit kepada petani yang mengalami gagal panen, Jumat (6/11/2015). Batuan itu merupakan inisiatif pemerintah setempat guna meringankan beban petani setelah sebelumnya mengalami gagal panen akibat kemarau yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu.

Kepala Dispertanak Buol, Ibrahim Rasyid kepada Metrosulawesi di kantornya mengatakan, bantuan benih kepada para petani yang tersebar diseluruh wilayah kecamatan di daerah itu terdiri dari bibit padi, bibit jagung dan bibit kedelai yang diperuntukan pada lahan seluas 16 ribu hekatr.

Dia membeberkan dari luasan tersebut, bantuan bibit padi dipersiapkan untuk lahan seluas10 ribu hektar, jagung 7000 hektar bersumber dana APBN dan 1000 hektar dana APBD, serta 800 hektar untuk lahan kedelai.

Ibrahim mengaku telah menyerahkan bantuan bibit kepada para petani yang gagal panen. Dengan adanya bantuan bibit itu, dirinya berharap petani dapat kembali mulai menyemai dan menanam sekaligus dapat menjawab target swasembada pangan tahun ini yang tidak tercapai akibat kemarau berkepanjangan.

“Sebenarnya bukan gagal hanya kita tunda tanam karena musim kemarau, jadi saya keluarkan surat edaran kita hentikan penanaman. Masuk dimusim tanam ini saya sudah gerakkan ulang, bantuan benih ini sudah kita salur ketiap wilayah,” terang Ibrahim.

Lanjut Ibrahim, bantuan tersebut tidak saja sebatas memberikan bibit, namun disertai pemberian pupuk dan obat-obatan termasuk pengawasan bahkan hingga menyediakan alat bantu panen.

“Cuma saran saya ini pasar yang diperkuat. Pasar inikan ada kesepakatan kita dengan Perindakop dan Perusda, ini yang harus saya antisipasi sebab lebih baik gagal tanam jangan gagal jual,” harap Ibrahim.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Buol dalam mengentaskan kemiskinan melalui program (Pajala) padi, jangung dan kedelai dengan target swasembada pangan.

“Insya Allah kalau tertanam semua swasembada kita, kalau 10 ribu pertanam padi dengan hasil rata-rata 4-5 ton bisa kita capai kalau jagung malah kita kelebihan. Kalau padi target kita 5000 hektar satu tahun 10 ribu hektar yang lalu kita capai 3000 jadi 5000 hektar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Unone Ahmad Kuntuamas mengatakan, melalui program bantuan ini berharap dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat kecamatan Bukal utamanya desa Unone dalam hal peningkatan ekonomi petani setempat.

Kata Ahmad, desanya selain mendapat bantuan bibit jagung untuk enam kelompok tani dengan luasan lahan 188,5 hektar juga memperoleh 153 ekor sapi bali yang telah diterima.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: