Kawasan Transmigrasi Harus Terintegrasi

PALU-Tujuan transmigrasi harus bermuara pada kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di kawasan transmigrasi. Hal ini, disadari sebagai perwujudan dari kewajiban pemerintah kepada masyarakat dalam program ketransmigrasian.

Kewajiban ini menjadi dorongan utama bagi pemerintah pusat yang selama ini terus berupaya melakukan peningkatan terhadap penyelenggaraan transmigrasi di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi Tengah.

Hal itu dikatakan Ratna Dewi Andriati, Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi (PKP2DT) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jumat (6/11/2015) di Morowali.

Ratna Dewi Andriati mengungkapkan, bahwa percepatan pembangunan kawasan transmigrasi dalam berbagai sector, tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Melainkan dukungan komitmen dari banyak pihak.
“Oleh karena itu kolaborasi antara pemerintah daerah kabupaten, provinsi berserta lintas sektor, tentu tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakatnya sendiri,” tandas Dirjen.

Pemberian pelayanan transmigrasi melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan tersebut, kata Ratna, oleh pemerintah juga dilakukan dengan berbagai hal.

Salah satunya penyempurnaan kebijakan dan penguatan-penguatan lainnya. Beberapa langkah kongkrit yang dapat ditempuh dalam rangka percepatan ini, juga ikut disampaikannya, yakni percepatan pada kawasan transmigrasi yang masih dalam status pembinaan, percepatan pada kawasan transmigrasi baru, percepatan terhadap rancang kawasan, serta ketersediaan transmigran berkualitas.

Dia berjanji percepatan kawasan yang belum berkembang, dan masih dalam tahap pembinaan akan diprioritaskan dalam hal pemberian infrastruktur ekonomi dan sosial yang lebih memadai.

Termasuk di dalamnya infrastruktur jalan. Di sinilah, tambahnya, mengapa transmigrasi juga sangat membutuhkan dukungan lintas sektoral baik dalam skala pemerintah pusat, provinsi hingga daerah dalam hal pendampingan.

“Kepada warga transmigran diharapkan ini dipandang sebagai satu bentuk positif kepedulian pemerintah dalam rangka mengantar bapak ibu menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Terhadap permukiman transmigrasi baru, kawasan yang dirancang harus dapat terintegrasi dengan permukiman penduduk setempat. Apresiasinya pada pemerintah Kabupaten Morowali yang dipandangnya turut membuktikan integrasi yang sudah terjalin antara warga transmigran dan penduduk setempat di kawasan transmigrasi.

Selain itu kedepan, kawasan transmigrasi akan dirancang sebagai kawasan yang berdaya saing dalam skala yang besar, tetapi dengan pembiayaan yang relatif rendah, lebih efisien, serta memiliki sifat keekonomian yang tinggi.

Masih dalam rangka percepatan pula, perlu kiranya melakukan persiapan ketersediaan transmigran yang berkualitas melalui pemberian pelatihan dan pendampingan demi kemajuan masyarakat transmigran di kawasan tersebut.

Hal lain yang tak kalah penting, tandas Dirjen, adalah penyiapan skenario pembinaan dan pengembangan usaha yang berorientasi ekonomi, sosial dan budaya yang terukur hasil dan prospeknya. “Salah satu percontohan adalah pelaksanaan intensifikasi lahan, dan ekstensifikasi lahan dengan komoditas unggulan yang diharapkan, seperti yang juga sudah dilakukan di sini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Morowali, Anwar Hafid bersama seluruh pimpinan SKPD, hadir dalam tatap muka bersama Dirjen untuk memaparkan rencana pembangunan kawasan transmigrasi di wilayah Kecamatan Bugku Barat dan kawasan kawasan transmigrasi yang belum berkembang.

Kajian ini, kiranya diperlukan untuk mencari model pengembangan kawasan terbaik bagi kawasan tersebut.

“Dapat dilakukan kajian apakah dapat dikembangkan dengan model kawasan kota terpadu mandiri, atau pengembangan kawasan lain yang sifatnya mengungkit ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Merespons ini, pemerintah daerah baik pemerintah provinsi Sulawesi Tengah maupun Kabupaten Morowali, pun mengharapkan hal serupa dimana masyarakat yang akan dibangun kawasan transmigrasi diminta untuk secara bersama dapat memanfaatkan apa yang menjadi upaya oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Termasuk mampu menciptakan dan terus menjaga integrasi sosial masyarakat kawasan setempat.

Sebagai tuan rumah, Bupati Morowali dalam kesempatan tersebut, menandaskan bahwa dalam rangka percepatan kawasan permukiman transmigrasi semua pihak diminta untuk bekerja keras dengan semangat etos kerja yang tinggi dalam rangka mewujudkan permukiman transmigrasi yang sehat.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: