Bawaslu Akui Kesulitan Awasi Kampanye di Medsos

Palu – Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Tengah mengaku sulit sekali mengawasi kampanye calon gubernur dan wakil gubernur melalui media sosial khususnya facebook.

“Pengawasan terhadap media sosial menjadi tantangan besar bagi kami. Berat masalahnya,” kata Komisioner Bawaslu Sulawesi Tengah Asrifai di Palu, Jumat (6/11/2015) sore, dilansir Antara.

Masalahnya, kata dia, kampanye di media sosial dilakukan oleh akun yang tidak terdaftar ke Komisi Pemilihan Umum bahkan banyak akun palsu yang bermunculan untuk kepentingan kampanye calon kepala daerah.

Sementara yang menjadi kewenangan pengawasan adalah akun resmi tim sukses pasangan calon kepala daerah yang terdaftar di KPU.

Justru, kata Asrifai, akun tidak resmi yang lebih ramai dari akun resmi.

Saat ini, kata dia, Bawaslu sedikit terbantu dengan adanya surat edaran Kapolri terkait tentang larangan ujaran kebencian di media sosial.

Menurut dia, kampanye di media sosial cenderung sudah tidak sehat bahkan sudah mengarah pada kebencian.

“Larangan ujaran kebencian itulah yang sedikit membantu kami,” katanya.

Asrifai mengatakan Bawaslu dalam proses pengawasannya tidak hanya menerima laporan tetapi juga aktif terlibat langsung dalam proses pengawasan di lapangan.

Hingga saat ini, kata Asrifai, Bawaslu telah menemukan 25 pelanggaran atau 62 persen dari 35 total pelanggaran yang ditangani KPU. Selebihnya adalah pengaduan sebanyak 15 pelanggaran atau 38 persen.

Umumnya pengaduan yang masuk terkait dengan administrasi.

Selama ini, kata Asrifai, masih ada asumsi publik bahwa pengawasan yang dilakukan Bawaslu cenderung pasif atau hanya menerima laporan.

Berdasarkan jumlah dugaan pelanggaran yang masuk menunjukkan justru temuan Bawaslu yang lebih banyak, yakni 62 persen.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: