Gubernur Bisa Ubah UMP 2016

Palu – Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Tengah, Karlan S Ladandu mengungkapkan, Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Tengah tahun 2016 sebesar Rp 1.670.000 masih di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

UMP tersebut telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Sulteng Nomor 56/627/DISNAKERTRANS-GST/2015 dan berlaku mulai Januari 2016. Menurut Karlan, meskipun UMP 2016 naik Rp 170.000 dari tahun sebelumnya, namun hasil survei KHL di semua kabupaten se Sulawesi Tengah yakni senilai Rp 1.777.000. KLH terendah berada di Kabupaten Donggala.

Karlan mengatakan, dalam sidang Dewan Pengupahan Sulawesi Tengah yang dilaksanakan 1 Oktober 2016 lalu, pihaknya sudah mengusulkan UMP tahun 2016 ini semaksimal mungkin agar menetapkan sesuai KHL terendah, yakni senilai Rp 1.777.000.

Namun, para pihak mengabaikan usulan tersebut dan tetap menetapkan UMP Sulawesi Tengah tahun 2016 senilai Rp 1.670.000. Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa menerima meskipun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Memang sangat rendah, sehingga Gubernur Sulawesi Tengah diminta agar mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan UMP tahun 2016, karena hanya Gubernur saja yang bisa mengubah angka itu,” kata Karlan di Palu, Rabu (4/11/2015).

Karlan menuturkan, masih ada peluang untuk menaikan UMP Sulawesi Tengah tahun 2016, jika Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mau mengeluarkan kebijakan untuk menaikannya.

Pasalnya, kata dia dalam aturan tentang pengupahan, ada peluang Gubernur untuk mengabaikan keputusan Dewan Pengupahan apabila UMP yang disepakati itu di bawah KHL terendah.

“Nah, UMP 2016 inikan di bawah KHL terendah, artinya masih ada peluang kalau ada kebijakan dari Gubernur. Seperti yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara beberapa tahun lalu, dimana Gubernur Sulawesi Utara mengabaikan upah yang disepakati Dewan Pengupahan, kemudian UMP dinaikkan sesuai dengan kebutuhan buruh,” ujarnya.

Dia menambahkan, “kalau Gubernur Longki Djanggola mau mengeluarkan kebijakan untuk menaikan UMP tahun 2016 itu bisa karena ada peluangnya, karena UMP yang sudah ditetapkan itu di bawah KHL,” kata Karlan.

Sebelumnya diberitakan, UMP Sulawesi Tengah tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp. 1.670.000 atau naik Rp 170.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Meski mengalami kenaikan, besaran upah ini merupakan yang terendah dibandingkan provinsi lainnya di Sulawesi.

UMP tertingggi di Sulawesi adalah Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp. 2.400.000 atau yang tertinggi. Sulawesi Barat sebesar Rp. Rp1.864.000. Adapun Sulawesi Selatan Rp2.230.000, Sulawesi Tenggara Rp1.800.000 dan Gorontalo Rp1.875.000. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: