Dugaan Soal Bocor, Komisioner KPU Sulteng Diperiksa Polisi

Palu – Penyidik Polda Sulawesi Tengah memintai keterangan lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah terkait insiden debat publik di Hotel Mercure, Rabu (4/11/2015) malam.

Informasi yang dihimpun, pemeriksaan dilakukan terkait adanya laporan bahwa soal bocor ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur hingga debat publik dihentikan.

Divisi Teknis KPU Sulteng Samsul Y Gafur yang dikonfirmasi mengakui telah dimintai keterangan oleh Polda Sulawesi Tengah terkait adanya laporan kebocoran soal.

“Kami sudah dimintai keterangan oleh kepolisian, terkait laporan dugaan kebocoran soal. Kami semua komisioner dimintai keterangan,” kata Samsul Y Gafur, Jumat (6/11/2015).

Komisioner diminta keterangan di kantor KPU Sulteng Jalan S Parman Palu, Kamis (5/11/2015).

“Mereka datang ke sini dan mengumpulkan keterangan,” kata Samsul.

Dia mengatakan, telah memberikan keterangan lengkap kepada polisi terkait soal debat publik kedua yang tidak sempat dibawa ke lokasi pelaksaan debat.

Soal adanya yang melapor ke Polda Sulteng, Samsul menyilakan jika ada bukti terkait hal itu.

“Kalau kami KPU, kami tidak pernah mengatakan bahwa kami membocorkan soal. Kalau orang mempersepsikan seperti itu, silahkan. Dan kalau memang ada bukti-bukti terkait dengan itu, ya silahkan. Tapi kami menegaskan tidak pernah ada kebocoran soal,” katanya.

Adapun keterlibatan Ahlis Djirimu pada saat debat publik kedua karena kapasitasnya sebagai tim pakar.

“Namanya juga tim pakar, dia yang tahu tentang soal debat, karena dia yang rumuskan. Yang paling penting mereka harus merahasiakan itu. Hasil rumusan pertanyaan itu yang tahu hanya KPU dan mereka,” katanya.

“Jadi kalau ada yang bilang bocor soal, ya silahkan saja dilapor,” katanya.

Selain kepada polisi, KPU Sulteng juga telah mengklarifikasi insiden penghentian debat publik ke Bawaslu Sulteng.

Solusi Terbaik

Samsul mengatakan pihaknya telah bertemu dengan tim pasangan calon untuk mencari solusi terbaik soal insiden pada debat publik kedua.

“Kami sudah bertemu tim pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 diwakili Ahmad Entedaim dan Fachri Timur, sedangkan pasangan nomor urut 2 diwakili salah satunya Stivan Sandagang,” kata Samsul.
Pertemuan itu digelar Kamis (5/11/2015) atau sehari setelah peristiwa memalukan di Hotel Mercure.

Hasil pertemuan antara lain membicarakan rencana KPU Sulteng, Bawaslu Sulteng dan para kandidat pilgub melakukan konferensi pers bersama.

“Kami berencana akan melakukan join conference (konferensi pers bersama) antara KPU Sulteng, Bawaslu, pasangan nomor urut 1, pasangan nomor urut 2, dan tim pakar. Hal itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak resah. Kami akan menjadwalkan dalam satu dua hari ke depan,” tambahnya.

Selain memberikan keterangan pers bersama, sekaligus akan berkoordinasi soal tanda persetujuan spesifikasi surat suara, nama, nomor urut, dan gambar pasangan calon yang akan dipasang di surat suara.

Hal lain yang dibicarkan adalah bahwa debat publik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kedua tidak lagi dilaksanakan. Namun langsung debat ketiga.

“Itupun kami harus berkoordinasi dulu dengan tim pasangan calon. Dan debat ketiga kemungkinan dengan tema lain,” katanya. (bj/zal)

Husni:Bukan Pelanggaran Hukum

Dugaan pelanggaran hukum terkait dugaan bocornya soal saat debat publik calon gubernur dan cawagub Sulawesi Tengah putaran kedua di Hotel Mercure, Rabu (4/11/2015) malam lalu, ditanggapi dingin Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik.

“Bukan pelanggaran hukum. Masa itu pelanggaran hukum. Tidak, itu bukan pelanggaran hukum,” tegas Husni Kamil Manik seusai membuka Bimbingan Teknis Pemungutan, Penghitungan, Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pilkada Serentak 2015, di Kantor KPU Sulawesi Tengah, Jumat (6/11/2015).

Husni mengatakan, menyerahkan sepenuhnya evaluasi insiden itu kepada Bawaslu Sulteng.

“Biarkan mereka yang mengevaluasi,” ujarnya.

Dia mengatakan jika terdapat masalah di KPU Sulawesi Tengah harus diselesaikan.

“Jika memang ada masalah, ya harus diselesaikan. Dan saya yakin mereka (Bawaslu Sulteng) bisa menyelesaikan itu ,” jelasnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: