Tim Pakar Jamin Soal Debat Publik Tidak Bocor

Palu – Tim debat calon gubernur dan cawagub Sulawesi Tengah (Sulteng) menjamin pertanyaan yang diramu oleh para pakar untuk diajukan kepada dua pasangan calon aman atau tidak bocor ke tangan kandidat maupun tim sukses.

“Apalagi kami ini dari akademisi. Kami independen. Kami tidak punya kepentingan terhadap salah satu calon,” kata Ketua Tim Pakar Debat Calon Gubernur Dr Slamet Riyadi di Kota Palu, Rabu (4/11/2015).

Hal itu dikemukakannya menanggapi tudingan tim sukses akibat tidak tersedianya pertanyaan pada debat calon gubernur Rabu malam itu sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Hal senada juga diungkapkan Ketua KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden. Dia menepis isu yang beredar bahwa dokumen soal bocor ke mana-mana. “Kami menjamin tidak ada yang bocor,” kata Sahran Raden kepada sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (5/11/2015).

Dia mengatakan, KPU Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara pilkada tidak mungkin membocorkan dokumen pertanyaan. Begitu juga dengan tim pakar yang dianggap memiliki integritas dan independensi.

Tim pakar terdiri atas delapan orang, enam dosen Universitas Tadulako dan dua dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Dia juga menyilakan jika ada pihak yang ingin membawa masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sahran mengakui pihaknya lalai sehingga doklumen daftar pertanyaan untuk pasangan calon tertinggal di kantor KPU Sulteng. “Jadi kita apresiasi kalau ada yang DKPP-kan,” katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa debat publik putaran kedua telah dipersiapkan jauh hari dan selalu dievaluasi, terutama jelang hari pelaksanaan. “Sehari sebelumnya kami melakukan geladi bersih, moderator juga ikut dalam geladi itu, termasuk ikut dalam rapat. Ini benar-benar diluar dugaan kami,” katanya.

Sahran Raden juga menjelaskan tentang Ahlis Djirimu yang tiba-tiba naik ke panggung. Saat itu, kata dia Ahlis Djirimu menyerahkan ponsel kepada moderator Rektor IAIN Palu Prof Dr Zainal Abidin.

Pada ponsel itu, tersimpan file daftar pertanyaan debat putaran kedua untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Ahlis Djirimu adalah satu dari delapan tim pakar untuk debat pilgub. Menurut Sahran Raden, pertanyaan untuk debat memang disusun oleh tim pakar, salah satunya Ahlis Djirimu.

Oleh karena itu, tim pakar mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon. “Ahlis Djirimu adalah dosen Universitas Tadulako,” ujar Sahran Raden.

Mengenai pertanyaan yang telah dibikin oleh tim pakar telah diserahkan kepada KPU Sulawesi Tengah. Namun, dokumen soal itu tertinggal di kantor KPU Sulteng.

Karena butuh waktu yang cukup lama untuk mengambil dokumen soal itu, maka Ahlis Djirimu berinisiatif memperlihatkan pertanyaan untuk pasangan calon kepada moderator yang ada di ponsel.

Sementara itu, Kamis kemarin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah mengundang komisioner KPU Sulawesi Tengah untuk mengklarifikasi mengenai insiden trsebut.

”KPU Sulteng mengklarifikasi kejadian di Mercure. Hasilnya nanti Bawaslu yang sampaikan karena jadi dokumen Bawaslu,” kata Sahran Raden.

Rabu malam itu, debat yang dipandu Rektor IAIN Palu Prof Dr Zainal Abidin sudah berlangsung satu sesi yakni penyampaian visi dan misi calon yang disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI setempat.

Slamet Riyadi mengatakan tim pakar telah menyerahkan pertanyaan tertulis kepada KPU. Pertanyaan tersebut dimasukkan dalam amplop untuk menjaga kerahasiaannya. Namun komisioner lupa membawa pertanyaan tersebut ke arena debat.

Saat moderator mempersilakan tim pakar menyerahkan pertanyaan tersebut untuk dibacakan, ternyata pertanyaan tidak tersedia.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: