FGD BNNK, Keluarga Kunci Penyelamatan Generasi

PALU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pemberdayaan lingkungan masyarakat. Kali ini, FGD yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Palu, melibatkan warga Kelurahan Kelurahan Besusu Barat, Rabu (4/11/2015).

Kepala Badan BNN Kota Palu AKBP Sahidi mengatakan, permasalahan penyalagunaan narkoba saat ini makin sulit, mengingat telah merambah disemua kalangan, sementara jumlah personil BNN Kota Palu sangat terbatas, sehingga tidak patut jika permasalahan narkoba itu hanya dibebankan kepada BNN, meski leading sectornya BNN sendiri pada pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, harus ada kerjasama dari semua kalangan, termasuk dalam lingkungan keluarga sendiri, sebab benteng terakhir itu adalah keluarga.

“Tidak cukup jika hanya BNN, personil BNN itu sangat terbatas, peranan keluarga sangat dibutuhkan, di situlah kuncinya jika ingin menyelamatkan generasi bangsa ini, ada pada keluarga,” demikian ungkap AKBP Sahidi, di hadapan peserta FGD.

Di tempat yang sama, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Hamzah Rudji mengungkapkan, jika keluarga itu sangat besar peranannya dalam membentuk krakter dan kepribadian seseorang, sehingga kestabilan dalam keluarga sangat dibutuhkan, baik itu perhatian kedua orang tua terhadap anak-anaknya, sehingga kontrol ibu dan bapak terhadap anaknya sangat dibutuhkan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu ini melanjutkan, pendidikan dari dalam keluarga adalah hal pertama sebagai pondasi sebelum mengejar ilmu di pendidikan pormal. Sehingga tumbuh kembangnya anak itu sangat erat kaitannya dengan kondisi dalam keluarga.

Mengingat kata mantan Kaban BNN Kota Palu ini, kebanyakan orang terjerumus dalam dunia narkoba, biasanya berawal dari permasalahan keluarga. Baik itu kurangnya perhatian kedua orang tua, ataukah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Atas permasalahan itu, kerap kali orang tersebut membawa lari permasalahannya ke dunia narkoba.

Walaupun diketahui bersama, narkoba itu bukan solusi dari permasalahan yang dihadapi, malah justru narkoba itu akan menambah permasalahan yang akan di hadapi, baik dari segi ekonomi, kesehatan maupun agama. Sehingga kata Mantan Kepsek SMP Negeri 2 Palu ini, di sinilah peranan para tokoh masyarakat maupun agama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga jika ada permasalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, jangan sampai pelariannya ke narkoba.

“Pada intinya peranan keluarga itu sangat penting, jika kondisi keluarga juga kurang perhatian, hanya cekcok terus, itu akan mengganggu psikologi anggota keluarga lain dan itu sangat membahayakan,” tuturnya. (SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: