Seorang Warga Sulewana Hilang di Kebun

POSO-Seorang warga Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara yang diketahui bernama Melale Gou (81) sudah dua minggu terakhir belum kembali ke rumah. Lelaki tua itu, dinyatakan hilang oleh warga setelah berangkat ke kebun yang berjarak sekitar 2 km dari tempat tinggalnya.

“Sudah dua minggu ini salah seorang warga desa kami hilang setelah berangkat ke kebun. Kejadiannya sekitar hari Selasa dua pekan lalu, dan sampai saat ini belum kembali,” kata Sekretaris Desa Sulewana, Rolin Talaku membenarkan kepada Poso Raya (Tri Media Grup) Selasa (3/11) kemarin.

Menurutnya, sehari setelah Melale Gou tidak kembali ke rumah, pihaknya langsung melaporkan kasus hilangnya warga Desa Sulewana itu ke kantor Polsek Pamona Utara. “Sudah saya laporkan, dan pihak Polsek terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kebun miliknya,” paparnya.

Proses pencarian juga melibatkan ratusan warga Desa Sulewana yang melakukan penyisiran di sekitar wilayah pegunungan desa tersebut.

“Masyarakat bersama polisi terus mencari. Bahkan warga bergandengan tangan membuat barikade, sehingga tidak ada lokasi pegunungan yang terlewati dalam proses pencarian,” tambahnya.

Rolin menceritakan, sekitar pukul 07.00 Wita, kakek yang sudah memiliki beberapa orang cucu itu, pamit kepada istrinya untuk naik ke gunung pergi mencari biji kemiri. Sang kakek ke kebun hanya seorang diri.

Sementara sang istri yang sudah tahu bahwa suaminya selalu pulang saat makan siang, sudah menyiapkan makanan. Namun sampai sore hari, makanan yang telah disiapkan tidak juga dimakan.

“Istrinya kaget saat kembali ke rumah, melihat makanan yang sudah disiapkan belum juga dimakan oleh suaminya. Akhirnya iapun melaporkan kejadian itu kepda warga setempat yang langsung melakukan pencarian sore hari itu juga,” tutur mantan protokoler Bagian Humas Setdakab Poso itu.

Ada kekhawatiran warga setempat jika hilangnya sang kakek terkait dengan sejumlah peristiwa hilangnya warga Poso Pesisir saat pergi ke kebun.

“Keluarga dan masyarakat setempat masih berharap Opa kami bisa ditemukan dengan selamat. Mungkin hanya tersesat saja. Karena memang orang tua itu sudah agak pikun,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda tanda sang kakek ditemukan. Sementara proses pencarian yang melibatkan ratusan masarakat dan aparat kepolisian sudah diperluas hingga ke bagian sungai.

“Pencarian juga dilakukan dengan menyisir sungai. Karena tidak menutup kemungkinan opa kami ini jatuh ke sungai saat sedang mencari biji kemiri,” pungkasnya.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: