Polisi Tepis Larang Warga Berkebun

POSO-Diantara upaya pengejaran kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso yang kini digelar Polri dan TNI dalam Operasi Camar Maleo 4 di wilayah Kabupaten Poso, memaksa Polisi untuk membatasi aktifitas petani untuk bermalam di kebun maupun gunung yang berada di wilayah Kecamatan Lore Utara, Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara dan Poso Pesisir Selatan atau yang biasa disebut dengan Poso Pesisir Bersaudara.

Meskipun demikian, polisi tetap memperbolehkan warga untuk beraktifitas di kebun.
“Polisi tidak pernah melarang masyarakat untuk beraktifitas di kebun-kebun mereka. Karena itu memang jalan masyarakat mencari nafkah, tapi kalau hendak bermalam jelas itu dilarang,” kata Kapolres Poso AKBP Ronny Suseno.
“Pelarangan untuk warga bermalam di kebun itu yah, di empat wilayah kecamatan, Poso Pesisir Bersaudara dan Napu, Lore Utara,” tambahnya.

Penegasan soal tidak adanya larangan beraktifitas di kebun oleh pihak kepolisian di Poso itu, juga berupaya meluruskan informasi yang menyebut adanya pelarangan warga di empat wilayah kecamatan itu untuk beraktifitas di kebun oleh aparat desa maupun aparat keamanan, khususnya oleh polisi.

“Tidak ada larangan itu, masa masyarakat mau cari nafkah kita mau halangi?. Kalau dari kita polisi itu sudah jelas, sudah komitmen, tidak ada pelarangan untuk masyarakat beraktifitas di kebun, tapi kalau untuk bermalam di kebun jelas kita larang,” tegasnya.

Menurut AKBP Ronny Suseno, polisi jelas tidak dapat menghalangi masyarakat untuk naik ke kebun pada siang hari, selain selama ini merupakan sumber mata pencahariaan masyarakat setempat.

Operasi Camar Maleo oleh Polri kini masih berlanjut di wilayah Poso. Operasi yang disebut melibatkan seribu personel polisi dan 100 personel TNI itu berupaya untuk mencari keberadaan kelompok Santoso.
Sebelumnya Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Idham Azis pada akhir Oktober 2015 mengatakan, pencarian itu dilakukan di wilayah hutan pegunungan luas, yang mencapai luas 180 km persegi di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara dan Lore Utara.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sendiri dalam kunjungan pada 18 September 2015 di Mapolres Poso berharap agar penanganan keberadaan kelompok Santoso dapat dituntaskan pada akhir tahun ini.

“Penanganan teroris tetap yah, ini merupakan satu upaya yang terus berlanjut, yang harus kita lakukan, baik dari sisi pencegahan, pembinaan kepada masyarakat, maupun juga perburuan terhadap kelompok teroris yang ada di Poso. Sampai kapan pun akan kita kejar untuk bisa kita lakukan penindakan. Yah, harapan kita tahun ini (2015) bisa kita selesaikan,” harapnya.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: