Pelebaran Jalan, Warga Tuntut Ganti Rugi

POSO-Pekerjaan pelebaran jalan trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Poso, meliputi jalur Pandiri-Tampemadoro yang sudah selesai tahun lalu dan jalur Tampemadoro-Sangira yang sedang dalam masa pekerjaan, meninggalkan persoalan bagi masyarakat sekitar, yakni persoalan ganti rugi.

Seperti yang disuarakan oleh Ardin Pilongo, anggota DPRD Kabupaten Poso, yang meminta agar pemerintah daerah turun tangan menangani tuntutan warga yang lahannya terkena penggusuran saat pelebaran jalan di Desa Pandiri.

“Mereka kena dampak pelebaran jalan, tapi tidak mendapat bantuan apapun padaahal pemerintah daerah punya kewenangan dan kewajiban untuk menangani masalah ini,” kata Ardin.

Dia khawatir, jika pemerintah tidak sampai menangani masalah ini, masyarakat akan mengambil tindakan sendiri atau mendatangi pemerintah menuntut kerugian.

Selain tuntutan warga yang disampaikan oleh Ardin Pilongo ini, sebelumnya sekitar 20 kepala keluarga di Desa Sangira yang terkena dampak pelebaran jalan juga menuntut agar pemerintah memberikan ganti rugi.

Namun upaya ini buntu, bahkan salah seorang warga sempat mendapat intimidasi yang dilakukan oleh orang tidak dikenal karena menuntut tanahnya yang terkena proyek pelebaran jalan.

Namun persoalan ini, menurut Ketua Komisi III, Iskandar Lamuka seharusnya bukan menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menyelesaikannya sebab proyek itu bersumber dari dana APBN yang dikelola oleh pemerintah provinsi.

“Sebaiknya ini memang ditangani serius oleh pemerintah daerah, bisa dikomunikasikan dengan provinsi,” kata Iskandar.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: