Digrebek Selingkuh Oknum PNS Terancam Dipecat

PARMOUT- Oknum PNS yang diketahui merupakan Kepala Seksi di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Parmout digrebek pihak Kepolisian Sub Sektor Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parmout di dalam sebuah mobil. PNS tersebut berinisial AVR saat memadu kasih bersama seorang pria yang diduga merupakannya selingkuhannya di sebuah kawasan pusat jajanan di Desa Toboli, belum lama ini.

Berdasarkan laporan tertulis yang disampaikan oleh suami AVR berinisial HP, kepada Bupati Kabupaten Parmout dan sejumlah media, AVR terlibat dalam hubungan gelap yang dinilai telah melakukan perbuatan dan pelanggaran disiplin PNS. Karena, tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin PNS, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja.

Menurut dia, kejadian itu telah didapatkannya berulang kali secara tidak sengaja, dimana dirinya menemukan AVR tengah menelpon seseorang pada tengah malam. Kemudian, setiap dua hari dalam sepekan AVR pamit untuk melakukan perjalanan dinas ke Kota Palu, dan beralasan melakukan pengobatan yang dideritanya. Namun, sungguh ironis AVR ditemukan di sebuah tempat yang diduga menjadi tempat pertemuan bersama dengan pujaan hatinya di Desa Toboli.

“Sudah berulang kali saya temukan, istri saya menelpon lelaki tersebut jika masuk waktu tengah malam. Kemudian setiap dua hari sekali pamit lakukan perjalanan dinas ke Kota Palu dan beralasan berobat. Namun hal itu menjadi kecurigaan saya sehingga saya merasa dikhianati,” tulis HP, dalam laporannya kepada Bupati Parmout, belum lama ini.

Setelah Polisi menemukan bukti yang cukup kata HP, pria yang diduga melakukan hubungan gelap bersama AVR langsung digelandang ke Mapolsubsektor Parigi Utara, untuk dimintai keterangan. Pada saat mobil jenis Avanza bernomor Polisi DN 683 BB yang mereka gunakan langsung dihalau, bahkan pria yang diketahui berinisial CR yang juga merupakan oknum PNS di lingkungan Pemprov Sulawesi Tengah, nyaris dihakimi massa setelah terjadi adu mulut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kasus tersebut telah dilimpahkan kepada pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Parmout. Kemudian oknum PNS tersebut akan dilakukan pemanggilan sesuai pelanggaran disiplin.
“Jika benar, kami akan melakukan pemanggilan dan langsung melakukan pemecatan,” tegas Sekda Parmout, Ekka Pontoh saat dikonfirmasi belum lama ini.

Sementara itu AVR saat dikonfirmasi sejumlah media, membantah jika dirinya digrebek oleh anggota Kepolisian setempat. Bahkan, dia juga tidak membenarkan jika dia telah melakukan hubungan gelap dengan seorang pria yang berstatus PNS di Pemprov Sulteng.

“Siapa yang melaporkan kejadian itu. Persoalan yang dituduhkan kepada saya jika berselingkuh tidak benar. Karena saya saat itu sedang pergi mencari tempat pengobatan alternatif untuk mengobati penyakit kanker saya,” tegasnya.
AVR menjelaskan, setelah tiba di Desa Toboli dirinya dengan pria tersebut langsung dicegat dan dihalau oleh sekelompok orang. Bahkan terjadi penganiayaan terhadap pria yang pada saat itu bersama dengannya di dalam mobil.

“Pria itu teman saya, yang dipukul orang. Sementara waktu dipukuli seorang anggota Polisi hanya diam. Apa yang telah disangkakan suami saya itu tidak benar. Apa lagi menuduh melakukan selingkuh,” kesalnya, dengan wajah kusam dan mata berkaca.

Sementaran itu, Kepala BKD Parmout Adrudin Nur yang ditemui ditempat terpisah mengatakan, pihakny masih akan mengkroscek terlebih dahulu permasalahan itu, serta akan memanggil AVR bersama suaminya.

Menurut dia, jika benar terjadi hubungan persilingkuhan tersebut, sanksi terberat yang akan diberikan kepada oknum PNS tersebut yakni pemecatan.
“Kami akan panggil dulu untuk mengkroscek kebenaranya. Kalau memang benar terjadi, sanksinya pemecatan,” tegasnya.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: