Muslimah HTI Serukan Lawan Neokolonialis-Feminis

Palu – Sekitar 50 massa yang mengatasnamakan Muslimah Hizbut Tahir Indonesia (HTI) Palu menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Sulteng untuk mengajak seluruh komponen masyarakat agar menyelamatkan intelektual muda dari cengkeraman neokolonialias-feminis, Jumat (30/10/2015).

Dalam aksi yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polres Palu tersebut, massa aksi membentangkan sejumlah spanduk dengan tema tulisan tentang kritik terhadap Negara yang dinilai tidak mampu mengelola pendidikan tinggi dengan baik.

Juru bicara HTI palu, Iffah Ainur Rochmah mengatakan, HTI juga mengajak masyarakat khususnya kaum muslim untuk menegakkan sistem khilafah Islamiyah, sebagai solusi atas kegagalan sistem sekuler sehingga kaum intelektual terjebak dalam cengkeraman kaum neokolonialis–feminis.

Massa juga menuntut pemerintah membangun kemandirian pendidikan tinggi dan menghentikan eksploitas intelektual untuk kepentingan korporasi. Menuntut pemerintah menghentikan semua program yang mengeksploitasi intelektual muslimah dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.

Iffah juga menegaskan, bahwa solusi dari seluruh keterpurukan ini hanya sistem yang dibangun diatas kekhalifahan, yang mampu mencetak intelektual muslimah menjadi kontributor peradaban dan pencetak generasi cemerlang.

Dalam aksinya muslimah HTI juga menggelar teatrikal yang diperankan tiga wanita berhijab hitam terikat dengan seutas tali dan spanduk betuliskan “Intelektul Tersandra Neokolonilis-Feminis”.

Pantauan Metrosulawesi aksi yang dimulai sejak pukul 09.30 Wita ini sempat membuat jalan Samratulangi macet oleh sejumlah peserta aksi yang membagikan selebaran kepada pengendara yang melambatkan kendaarannya untuk mengambil selebaran tersebut.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: