FNPBI Sulteng Tolak Kebijakan Sistem Pengupahan Buruh

Palu – Ketua pengurus Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Sulteng, M Ikbal A Ibrahim mengatakan, belum selesai dengan persoalan bencana asap yang melanda Indonesia, pemerintah justru mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat, berupa Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang mana mengatur tentang perhitungan menentukan upah di tahun 2016, Kamis (29/10/2015).

Kata Ikbal, substansi peraturan ini adalah penentuan upah minimum kerja setiap daerah biasanya berdasarkan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL), namun dengan adanya kebijakan ini maka upah minimum kerja harus memperhatikan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Ikbal, beberapa hal yang jadi problem dalam kebijakan ini adalah, pertama kebijakan ini diskriminatif terhadap buruh, karena dalam menentukan UMP harus memperhatikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang mana mejadi tanggung jawab pemerintah.

“Artinya masalah yang ditentukan oleh cara pemerintah mengelola ekonomi daerah (Inflasi dan pertumbuhan ekonomi) harus dibebankan dipundak buruh dalam UMP,” katanya.

Kedua, kebijakan ini jelas sangat berpihak pada pengusaha yakni tidak adanya kepastian kenaikan UMP karena kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang sifatnya fluktuatif. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri yang mengatakan bahwa, kita butuh iklim usaha yang stabil dan kepastian berusaha.

Ketiga, kebijakan ini mencerminkan bahwa pemerintahan Trisakti hanya slogan semata. Karena berbagai kebijakan yang dikeluarkan rezim Jokowi sudah menggambarkan keberpihakanya terhadap sistem neoliberalisme, yang menekankan tenaga kerja murah dan keberlangsungan investasi utamanya investasi asing.

“Olehnya kami dari FNPBI Sulteng mendesak dibatalkannya PP no 78 tentang pengupahan, karena hanya akan manambah banyaknya derita yang dialami oleh kaum buruh indonesia,” tegasnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: