Rektor Untad Bicara Soal Kemerdekaan Pers

REKTOR Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof Basir Cyio mengatakan, ancaman kemerdekaan pers saat ini bukan lagi dari aspek eksternal.

Ancaman baru yang lebih gawat dari ancaman kalangan eksternal yang dirasakan wartawan yang selama ini terjadi di Indonesia, yakni adanya ancaman dari internal pers atau pemilik modal dalam dunia massa.

“Bebas dan merdeka itu berbeda. Pers Indonesia memang sudah bebas, tapi pers Indonesia belum merdeka, karena banyak pemilik media, ada yang sudah terlalu jauh melakukan intervensi pada konten terhadap media,” kata Basir Cyio pada sebuah seminar di Palu, belum lama ini.

Dikutip dari laman resmi Untad Palu, menurut Basir Cyio, pemilik modal boleh saja memiliki media sebanyak mungkin, tapi dia tidak boleh melakukan intervensi konten media, karena hal itu akan merugikan publik, masyarakat.

Namun melihat persolan tersebut, Rektor yang juga wartawan ini menyampaikan bahwa hal itu tidak terjadi di Sulteng.

“Insya Allah untuk persoalan itu tidak terjadi di Sulteng , namun permasalahan ini banyak yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan bukan terjadi di Kota Palu,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Basir Cyio mengungkapkan dengan adanya intervensi konten itu akan membuat informasi yang mencerahkan, mencerdaskan, dan bebas kepentingan tidak akan didapat masyarakat lagi bila konten diintervensi pemilik modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: