Kepesertaan BPJS-TK Hak Pekerja–Kewajiban Pengusaha

Palu – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) Cabang Palu sosialisasikan fungsi dan manfaat dalam kepesertaan BPJS-TK kepada pelajar di SMA Negeri 1 Palu, Selasa (27/10/2015).

Kegiatan tersebut mengambil tema Sosialisasi Era Baru Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indonesia sejak dini kepada pelajar SMU sederajat.

Kepala BPJS-TK cabang Palu Zulkarnai Nasution kepada Metrosulawesi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Palu dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan bagi para pelajar, yang kedepan nantinya pelajar juga akan menjadi pekerja, bahwa sebagai pekerja mereka memiliki hak yang dilindungi undang-undang untuk diikutsertakan pada BPJS-TK.

Sebaliknya, pelajar juga merupakan calon pemberi kerja, yang mana pemberi kerja atau pengusaha memiliki kewajiban untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program BPJS-TK.

“Atau bisa jadi nantinya adik-adik ini menjadi manajer SDM atau HRD, yang memiliki kewajiban untuk mengikutsertakan pekerja kalian pada program BPJS-TK,” kata Zulkarnain.

Alasan lainnya kegiatan ini ditujukan khusus kepada pelajar, karena diharapkan dapat menyampaikan informasi tentang BPJS-TK ini kepada masyarakat.

Zulkarnain juga mengungkapkan, sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan bahwa kewajiban pengikutsertaan pekerja pada program BPJS-TK tidak lagi berdasarkan beberapa kriteria, seperti batas minimal gaji pekerja, sektor formal-informal, jumlah minimal pekerja dalam suatu perusahaan, pekerja permanen atau kontrak lepas (outsourcing).

“Intinya ketika terjadi hubungan antara pekerja dan pengusaha, terjadi hak dan kewajiban untuk pengikutsertaan BPJSTK ini,” katanya.

Pada kegiatan itu, selain membahasa tentang hak dan kewajiban, Kepala BPJSTK Cabang Palu juga menjelaskan tentang berbagai program mulai jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua dengan berbagai penjelasan terkait syarat dan ketentuan yang berlaku.

BPJS-TK Kelola Rp200 Trilyun

Secara nasional, tahun ini BPJSTK mengelola dana dari peserta sebesar Rp200 trilyun. Selain itu, BPJSTK juga mentargetkan pada tahun 2018 seluruh pekerja sudah terdaftar sebagai peserta, atau minimal sebesar 80 persen secara nasional. Dana peserta yang dikelola pada tahun 2018, ditargetkan sudah mencapai Rp500 trilyun.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: