Perempuan Parimo Dilatih Program Kecakapan Hidup

Parimo – Sebanyak 100 orang kaum hawa dari empat desa di Kecamatan Parigi Tengah dan satu Kelurahan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengikuti program kecakapan hidup perempuan (PKH-P). Kegiatan yang diinisiasi TP-PKK Kabupaten Parimo itu dibuka Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai di lokasi Sail Tomini dusun Kayu Bura desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah, Kamis 22 Oktober 2015.

Ketua TP-PKK Kabupaten Parimo Noorwachida Prihartini S Tombolotutu mengatakan, PKH-P ini bertujuan meningkatkan Kualitas kecakapan personal, sosial, keterampilan, vokasional dan intelektual melalui peningkatan kemampuan keaksaraan perempuan atau keluarga nelayan.

Kegiatan itu juga dapat mereduksi potensi serta dampak resiko sosial kelompok perempuan nelayan. Menurutnya, melalui keterampilan vokasional itu kaum perempuan dapat meningkatkan pendapatan berbasis usaha mandiri atau kelompok dan memfasilitasi terciptanya situasi kondusif bagi perempaun keluarga nelayan ke alur dari kondisi marjinal yang di alami menuju ke keluarga yang lebih bermartabat.

Para peserta kegiatan itu katanya dibagi empat kelompok atau rombongan belajar.

“Program ini dilaksanakan selama tiga bulan—Oktober-Desember 2015. Pertemuannya dilakukan seminggu sekali,” kata Noorwachida.

Sementara itu, Wakil Bupati Badrun Nggai dalam sambutannya, berharap program PKH-P ini dapat merubah perilaku kaum perempuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.

“Dengan adanya program ini kaum perempuan atau istri-istri nelayan mampu menolong dirinya sendiri untuk lebih berdaya dan keluar dari kondisi kurang beruntung menuju kualitas kehidupan dan tingkat kesejahteraan hidup yang lebih layak,” harapnya.

Badrun mengimbau kepada SKPD terkait agar melakukan kegiatan seperti ini secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga upaya sistematis pemerintah melalui program kecakapan hidup perempuan dapat mengeliminir dampak dan resiko sosial yang lebih besar khususnya bagi para perempuan kurang beruntung.

“Ketika sudah dibina dan sudah diberi bantuan Saya minta SKPD terkait untuk dimonitor dan di evaluasi karena ketika masyarakat tersebut tidak bisa lagi memanfaatkan alat bantuan tersebut mereka tentu tidak akan berdaya,” ujarnya.

Badrun menambahkan, ada enam SKPD yang bertanggung jawab terhadap program ini yaitu Dinas Pendidikan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parimo.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: