Sejumlah Desa di Touna Masih Diselimuti Asap

Ampana – Jumat (23/10/2015) pagi sekitar pukul 06.30, beberapa desa di Kabupaten Touna diselimuti asap. Kalau sebelumnya asap masih terlihat mengepul di atas langit Touna, kini asap sudah terlihat rendah menyelimuti perkampungan warga.

Di Kecamatan Tojo misalnya. Pagi itu beberapa desa di Kecamatan Tojo terlihat diselimuti asap. Meski asap telah mengepung beberapa desa, namun aktivitas warganya tidak sampai terganggu. Yeng berkebun tetap berangkat ke kebun, guru dan siswa tetap masuk sekolah, pedagang pun tetap membuka kiosnya. Bahkan belum terlihat warga menggunakan pelindung pernapasan atau masker.

“Sudah satu pekan ini kondisinya begini. Kalau pagi hingga siang, asap terlihat jelas di perkampungan kami,”kata salah seorang warga Kecamatan Tojo, Jumat pagi.

Meski asap sudah memasuki perkampungan warga, namun lalulalang kendaraan yang melintas di Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Touna masih lancar. Jarak pandang sopir masih dalam ambang normal.
Laju kendaraan warga juga masih seperti biasa. Belum ada kendala serius atau sampai memicu kecelakaan lalu lintas.

“Alhamdulillah masih aman-aman saja. Mudah-mudahan tetap begini, sekalipun asapnya sudah berada di atas atap-atap rumah warga,” kata Agus Ngantong, salah seorang pengendara roda empat tujuan Luwuk.

Pantauan media ini, asap yang sudah turun hingga ke perkampungan warga, dipicu kebakaran rerumputan serta beberapa pohon kering yang ada di sekitar kampung. Kebakaran akibat dampak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Tengah.
Kebakaran di Kabupaten Touna menurut warga setempat dipicu dua penyebab. Dibakar secara sengaja oleh oknum yang membuka lahan, dan dugaan terakhir terbakar karena ketidaksengajaan.

“Tak mesti disengaja. Ada juga unsur ketidaksengajaan di dalamnya,” ujar Ai, salah seorang warga Kabupaten Touna.

Kondisi memprihatinkan terlihat di beberapa desa di daerah itu. Rerumputan yang menjadi makanan hewan ternak menguning dan kering. Bahkan, sejumlah lapangan sepakbola rumputnya terlihat mati.

Selain di Touna, beberapa desa di Kabupaten Banggai juga demikian. Di sepanjang jalan Trans Sulawesi, tampak jelas rerumputannya mengering akibat kemarau. Juga terlihat bekas-bekas sisa kebakaran yang sudah berhasil dipadamkan pihak terkait yang dibantu warga.

Kondisi itu sedikit berbeda dengan di wilayah Kabupaten Poso. Kalau di Poso, belum separah di Touna dan Banggai. Hutan dan pepohonannya masih terlihat menghijau.

Kepada warga sekitar, petugas kepolisian di masing-masing kabupaten meminta supaya jangan sembarang melakukan pembakaran. Itu demi menghindari terjadinya ancaman kabut dan asap.ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: