PLN Palu Tingkatkan Kualitas Layanan Listrik

Palu – PT PLN sebagai pemasok listrik nasional di daerah-daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya keras meningkatkan kualitas layanan kebutuhan listrik masyarakat di daerah itu.

“Dari tahun ke tahun, PLN berupaya menambah kemampuan daya listrik terpasang sesuai dengan semakin meningkatnya permintaan daya masyarakat di kabupaten dan kota,” kata Manager PLN Area Palu, Novalince Pamuso pada upacara peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-70 di Palu, Selasa.

Ia mengaku hingga kini, PLN masih belum bisa memenuhi kebutuhan listrik baik untuk industri maupun rumah tangga.

Jumlah calon pelanggan yang ada dalam daftar tunggu di area PLN Cabang Palu setiap tahun terus meningkat, perusahaan tersebut belum mampu menyediakan pembangkit secara memadai baik, meski sudah mendapat bantuan pasokan listrik dari pihak swasta.

Namun, kata dia, hingga kini PLN masih saja kekurangan daya karena disatu sisi permintaan masyarakat akan listrik terus meningkat.

Sistem kelistrikan “palapas” (Palu, Donggala, Parigi dan Sigi) sampai sekarang ini masih defisit daya, meski sudah dipasok dari Pembangkit Listrik tenaga Air (PLTA) Poso dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Mpanau Palu.

Meski demikian, kata dia, PLN Area Palu juga terus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebutuhan listri di tiap daerah di Sulteng.

Peningkatan kualitas pelayanan pasokan listrik antara lain yang telah dilakukan selama ini yakni meningkatkan waktu operasi pembangkit listrik di sejumlah wilayah dari sebelumnya enam jam, kini sudah menjadi 24 jam.

Seperti yang sudah dilakukan di Desa Malino , Kabupaten Poso. Tadinya listrik hanya enam jam, tetapi sekarang sudah 24 jam.

Begitu pula akan menyusul di Wuasa, Kecamatan Lore, juga masih dalam wilayah Kabupaten Poso, Sekarang ini masih enan jam dan dalam waktu dekat akan ditingkatkan menjadi 24 jam.

“Ini salah satu upaya PLN meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat bisa menikmati listrik sepanjang hari dan malam,” kata Novalince.

Terkait sering adanya pemadaman listrik, ia mengatakan biasanya faktor alam seperti yang belum lama terjadi sistem “palapas” dan beberapa desa di wilayah Poso hampir dua pekan terjadi pemadaman akibat pohon tumbang menghantam jaringan dan tower PLTA sehingga suplai listrik macet total.

Kebanyakan gangguan karena faktor alam. Seperti diketahui bahwa jaringan listrik dan tower yang dibangun rata-rata berada di tengah hutan.

Karena itu, kata dia, sangat rawan terjadinya gangguan pada jaringan dan tower. antarasulteng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: