Evaluasi Perda KTR, 89 Persen Dipatuhi

Palu – Berdasarkan hasil evaluasi diterapkannya Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tingkat kepatuhan mencapai 89 persen.

“89 persen area yang ditetapkan sebagai KTR telah dipatuhi sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Perda No 3 tahun 2015,” kata Kepala bidang pengendalian masalah kesehatan Dinkes Palu, Siti Jaroh, Jumat (23/10/2015).

Berdasarkan Perda No 3 Tahun 2015 tentang KTR, beberapa tempat yang ditetapkan sebagai KTR harus bebas asap rokok. Namun, sampai saat ini tempat yang berstatus KTR masih menjadi tempat favorit bagi perokok.

Dalam perda tentang KTR tersebut disebutkan bahwa, ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk tembakau.

Hal tersebut juga sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan yang tercemar asap rokok, sehingga perlu diselenggarakan fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan, untuk melindungi masyarakat yang ada dari asap rokok.

Empat alasan utama pengembangkan KTR adalah untuk melindungi anak-anak dan bukan perokok dari resiko kesehatan, mencegah rasa tidak nyaman, bau dan kotoran dari ruang rokok, untuk mengembangkan opini bahwa tidak merokok adalah perilaku yang lebih normal serta mengurangi secara bertahap konsumsi.(MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: