BNN Palu Capai Target

PALU Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu berhasil melebihi target program rehabilitasi nasional yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

Target yang diberikan kepada BNN Kota Palu untuk tahun 2015 ini, hanya 150 orang. Angka tersebut ternyata dapat dilampaui oleh BNN Kota Palu, bahkan sudah melebihi 133 orang. Pasalnya pertanggal 20 Oktober 2015 kemarin, BNN Kota Palu telah berhasil merehabilitasi 283 orang.

Dari angka 283 tersebut, 261 diantaranya dicapai dalam kurun waktu tiga bulan, sebab Kepala BNN Kota Palu saat ini AKBP Sahidi, SH,MH baru menjabat tiga bulan di BNN Kota Palu sebagai Kepala Badan. Prestasi tersebut telah mendapat apresiasi tersendiri dari BNN Provinsi.

Kepala BNN Kota Palu AKBP Sahidi saat ditemui di ruangannya mengungkapkan jika keberhasilan tersebut adalah hasil kerja secara tim yang telah dibangun selama kurun waktu tiga bulan terakhir ini. Ia akui jika tanpa kerja tim secara solid mustahil untuk mendapatkan angka yang pantastis itu.

Dengan berbekal 12 anggota polisi di Seksi Pemberantasan dan dibantu tim lain pada Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Cedamas) serta Seksi Rehabilitasi dengan penuh kerjasama yang baik hal itu dapat dicapai. “Ini kerja tim, Alhamdulillah kami dapat melewati target itu, tanpa kerja tim mungkin itu hanya angan-angan,”tuturnya, Selasa (20/10).

Untuk membentuk tim yang solid tersebut, mantan Kepala BNN Donggala ini menjelaskan jika yang pertama ia lakukan adalah mendistribusikan kewenangan kepada kepala seksi berdasarkan seksi yang mereka tempati, sehingga tinggal mengontrol apa yang meraka lakukan itu.

Tidak cukup sampai di situ, monitoring dan motivasi tidak henti-hentinya diberikan kepada setiap personil yang ada, sehingga semangat kerja mereka dapat terbangun. Bahkan tidak jarang Sahidi turun langsung kelapangan untuk memimpin personil yang ada, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dorongan dan semangat sekaligus contoh yang diberikan kepada anak buahnya.

Bagi Sahidi, dorongan dan semangat ia bangun secara kolektif adalah suplemen pembangkit semangat kerja, tanpa dorongan dan semangat tersebut hal itu kata Sahidi agak menghambat pencapaian program.

Sementara terkait masalah pendanaan, Sahidi akui tidak mencampuri secara tehnis, ia menyerahkan sepenuhnya kepada anak buahnya, dengan catatan tidak ingin mendengar ada suara-suara sumbang pada saat mereka bekerja di lapangan. “Kami kan punya anggaran, tapi saya tidak mau tau itu berapa jumlahnya, saya serahkan kepada mereka semua, biar mereka yang mengurusi, dia lebih tau dari pada saya,”ungkapnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepercayaan dan kewenangan yang diberikan kepada anak buahnya. Sebab kata Sahidi, jika mereka tidak diberikan kepercayaan, maka mereka tidak akan bisa berimpropisasi. Sementara kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam setiap pekerjaan untuk mencapai target yang diprogramkan.

Hanya saja kata Sahidi, ada hal yang mengganjal dalam dirinya hingga hari ini. Karena hingga hari ini kursi Kepala Seksi Pemberantasan belum terisi, bahkan sarana dan prasarana penunjang untuk Seksi Pemberantasan juga belum ada. Ia hanya dapat berharap kondisi tahun 2016 tidak seperti kondisi tahun ini. Sebab tantangan tahun 2016 kemungkinan besar sangat berbeda, sehingga tentunya membutuhkan sarana dan prasarana serta kelengkapan organisasi dalam kelembagaan.SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: