Kabut Asap di Buol Sudah Level Darurat
Kondisi kabupaten Buol pukul 12.00 Wita siang, kabut asap menyelimuti Kota Buol dan sekitarnya. (Foto : Moh Syarif M Joesoef)

Kabut Asap di Buol Sudah Level Darurat

Buol – Dalam rangka kesiapan daerah mengantisipasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral, bertempat di kediaman Sekab Buol Abd Hamid Lakuntu. Demikian diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Buol Gusti Aliu, kepada Metrosulawesi di kantornya, Jum’at (19/10/2015).

Menurutnya, dalam rapat yang menghadirkan sejumlah dinas terkait, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Dinas Tata Ruang dan Perumahan, membahas seputar penanggulangan bencana kekeringan maupun dampak termasuk kebakaran serta kabut asap.

“Minggu lalu kita sudah rapat di rumahnya pak Sekab membahas tentang bencana, baik soal kekeringan maupun dampak kebakaran ini, dari pihak perusahaan perkebunan sudah menyatakan akan membantu upaya pemadaman,” kata Gusti.

Menyinggung soal dampak kabut asap dan hasil uji laboratorium, Gusti mengaku, sampai dengan saat ini belum melakukan tes pencemaran udara. Selain karena terkendala dana juga alat untuk pengambilan sampel udara belum tersedia.

“Sebenarnya alat yang ada sekarang lebih tepat untuk mengambil sampel uji emisi pada kendaraan ataupun pabrik-pabrik kalau untuk udara ternyata masih kurang begitu akurat,” kata Gusti.

Dirinya juga mengakui, keberadaan kabut asap cukup berdampak tidak baik dari segi kesehatan maupun aktifitias publik seperti mulai terganggunya operasional Bandara Pogogul.

“Penerbangan juga sudah terganggung, dua hari sudah Wings Air tidak masuk, kemungkinan pengaruh asap. Kemarin itu pesawat masih di Luwuk, informasi dari orang di bandara tidak bisa masuk Palu karena ada asap sehingga ke Buol juga tidak bisa,” terang Gusti.

Senada, Kabid Damkar dan Pekuburan Padli Padjuimbung, ditemui secara terpisah menambahkan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Sekab Buol Abd Hamid Lakuntu, intinya guna mengeluarkan tanggap darurat bencana kebakaran.

“Banyak hal yang dibahas dalam rapat itu, diantara antisipasi dampak keberadaan kabut asap rencananya Dinas Kesehatan akan membagikan masker kepada masyarakat, karena kondisi dampak asap dari sisi kesehatan semakin membahayakan. Bahkan Sekab sudah menyurat ke pusat,” ujar Padli.

Padli menambahkan, data Damkar dan Pekuburan Distarum Kabupaten Buol mencatat lokasi kebakaran sebanyak 25 titik dengan luasan hutan dan lahan mencapai kurang lebih 500 hektar.

Dari jumlah lokasi kebakaran tersebut baru sebagian yang berhasil dipadamkan, selebih masih aktif sampai dengan saat ini. Sulitnya akses ke lokasi kebakaran serta minimnya fasilitas penunjang salah satu faktor titik api belum sepenuhnya tertanggulangi.

“Lokasi-lokasi inilah yang menjadi sumber penyumbang kabut asap di Buol, baik dalam kota dan sekitarnya, tapi kita masih terus melakukan upaya pemadaman di bantu pihak kepolisian menggunakan water canon,” tutup Padli Padjimbung.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: