Kebakaran Hutan di Tolitoli Meluas

TOLI-TOLI-Kebakaran hutan dan perkebunan warga di Kabupaten Tolitoli, terus meluas dan hingga kini diperkirakan sudah mencapai 400 hektare.

“Minggu (18/10 ) perkiraan kami lahan yang sudah terbakar sudah kisaran 300 hektare. Untuk hari ini, nanti jam lima sore akan kami keluarkan lagi hasil asesmen dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tolitoli,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tolitoli Rudi Bantilan dihubungi dari Palu, Senin sore.

Titik api saat ini terjadi di Desa Kamalu dan Buga, Kecamatan Ogodeide. Dua desa tersebut merupakan daerah penghasil cengkeh, kakao dan kelapa dalam.
Rudi belum dapat merinci perkiraan kebun masyarakat maupun luasan hutan yang terbakar.

“Yang jelas api sekarang sudah menjalar ke hutan,” katanya.

Rudi mengatakan sejumlah bantuan dari instansi pemerintah daerah dan relawan serta organisasi pemuda sudah turun ke lokasi membantu menanggulangi meluasnya kebakaran di daerah itu.

“Tadi kami baru istirahat jam tiga subuh,” katanya.

Rudi mengatakan upaya pemadaman terkendal pada minimnya sarana yang digunakan, medan yang berat, dan sulitnya akses air karena sebagian sumber air sudah kering.

“Kami hanya dibantu mobil tangki air dari Dinas Kebersihan, satu truk untuk suplai dan satu truk untuk penyedotan,” katanya.

Menurut Rudi masyarakat di dua desa tersebut bergotong royong melokalisir api agar tidak meluas sebab saat ini api sudah menjangkau jalan raya dan dekat dengan pemukiman penduduk.

“Kami juga sudah membangun tenda darurat untuk konsumsi para relawan,” katanya.

Relawan yang sudah turun ke lapangan diantaranya Gerakan Pramuka dan organisasi Pencinta Alam.

“Kita juga berharap ada bantuan dari Dinas Kehutanan dan Dinas Sosial karena mereka punya Tagana, tapi sampai sekarang belum ada yang turun,” katanya.

Rudi mengatakan pihaknya juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak panik karena saat ini masyarakat sudah bereaksi siap-siap mengungsi.

Kebakaran di dua desa tersebut terjadi pada Jumat (16/10) sore dan hingga kini api masih terus menjalar.

Belum diketahui sumber api dan sebab-sebab terjadinya kebakaran tersebut.

RIBUAN POHON CENGKEH LUDES
Sementara itu, kebakaran yang melanda wilayah Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli meludeskan sekitar 7.000 pohon cengkeh milik masyarakat di daerah setempat.

“Itu baru di Desa Kamalu. Belum termasuk di desa tetangga, Desa Buga,” kata Kepala Desa Kamalu Rusli A Laindjong yang dihubungi dari Palu, Senin sore.

Kebakaran yang terjadi di Desa Kamalu dan Desa Buga, Kecamatan Ogodeide tersebut terjadi sejak Jumat (16/10) sore.

Menurut laporan kepolisian setempat, awalnya masyarakat menduga hanya kebakaran biasa, namun kebakaran besar baru ketahuan pada Sabtu pagi setelah puluhan hektare lahan perkebunan dan hutan ludes terbakar.

Menurut Rusli aparat desa belum mendata kebakaran kebun kakao, durian sambung dan kelapa dalam sebab masyarakat dan instansi terkait masih konsentrasi melakukan pemadaman.
“Sekarang di desa kami dinyatakan darurat,” katanya.

Rusli mengatakan saat ini aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, organisasi Pramuka, organisasi pencinta alam dan masyarakat sedang bergotong royong memadamkan api. Namun karena medan yang sulit dan terbatasnya sarana membuat api sulit dipadamkan.

Menurut Rusli luasan areal yang sudah terbakar diperkirakan mencapai 400 hektare terdiri dari kebun masyarakat dan hutan. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: