Akibat Kabut Asap, Maskapai Alami Kerugian Ratusan Juta

PALU-Konsentrasi kabut asap yang hingga saat ini masih menyelimuti langit Kota Palu, berdampak pada beberapa maskapai penerbangan di wilayah itu.

Tak sedikit maskapai mengalami kerugian karena gagal mendarat di Bandar Udara Mutiara SIS Aljufri Palu.
General Manager Garuda Indonesia Branch Palu, Supangat mengatakan, beberapa terakhir ini setidaknya ada dua penerbangan miliknya batal mendarat di Palu.

Hal itu karena kondisi visibilitas atau jarak pandang yang sangat rendah. Akibatnya, pihak Garuda mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta.

“Kalau melihat aspek keuntungan, jelas kami justru rugi kalau gagal mendarat dan membatalkan penerbangan. Nilainya juga tak sedikit, hingga ratusan juta rupiah,” jelasnya saat dihubungi Sulteng Post, Senin (19/10/2015).

Namun kata Supangat, hal itu dilakukan semata untuk aspek keamanan penumpang. Sebagai maskapai nomor satu di Indonesia, Garuda Indonesia tak main-main untuk mengedepankan keamanan. Karena hal itu merupakan standarisasi yang dilakukan Garuda.

“Lebih baik kita rugi daripada memaksakan untuk mendarat yang mengenyampingkan keamanan penumpang,” jelasnya.
Untuk sekali terbang, Supangat mengaku harus menghabiskan biaya sekitar Rp500-an juta. Angka itu sebagai akumulasi nilai sewa bandara, dan juga bahan bakar.

Sampai dengan Senin kemarin, Garuda telah membatalkan sedikitnya dua penerbangan dengan rute Makassar-Palu dan Jakarta-Palu.

“Untuk sewa bandara, bahan bakar itu nilainya kurang lebih Rp500 juta. Tapi sebagai maskapai milik pemerintah, kita tidak semata memikirkan itu, yang paling penting adalah keamanan penumpang,” tutupnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Maskapai Lion Air. PLT Station Manager Lion Air Palu, Harvey Mardian mengatakan hingga Senin ini, tercatat ada empat kali pembatalan mendarat yang dilakukan maskapainya.

Dari pembatalan tersebut, ada penumpang yang dilakukan reschedule (penjadwalan kembali), dan juga dilakukan pengembalian uang tiket.

“Kalau catatannya, hampir sekitar empat penerbangan sampai hari ini. Semuanya cancel flight dan penerbangannya dialihkan ke jadwal lain. Karena kalau tidak begitu, penumpang yang kasihan tidak mendapat kejelasan karena cuaca,” jelasnya saat dihubungi Sulteng Post, Senin (19/10/2015).

Untuk kerugian sendiri, pihak Lion Air tidak secara jelas merinci nilai kerugiannya.
Namun secara umum yang pasti akibat pembatalan yang dilakukan itu, pihak Lion Air mengalami kerugian.

Senin (19/10/2015) satu lagi pesawat milik Lion Grup membatalkan untuk mendarat di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu.
Pesawat tersebut jenis ATR727-500 dari Tolitoli tujuan Palu.

Harvey juga belum bisa memperkirakan hingga kapan kondisi saat ini akan berlangsung.

Namun ia berharap, kondisi kabut asap segera teratasi agar penumpang maupun pihak maskapai tidak mengalami kerugian.
“Yang pasti kami lakukan ini bukan kehendak kami. Semuanya sebagai faktor keamanan untuk penumpang. Kerugian itu urusan berikut, yang pasti penumpang bisa baik-baik saja,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri, Benyamin Apituley mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi sampai kapan kabut asap di Palu akan berakhir.

Namun menurutnya, hingga Senin pagi, penerbangan sudah mulai normal. Ada beberapa maskapai kata dia sudah bisa mendarat di Palu.
“Hari ini normal kok. Kondisi yang mengalami pembatalan hanya kemarin saja (Minggu 18/10/2015). Pagi tadi semua sudah normal kembali,” katanya kemarin.

Ditanya soal jumlah penerbangan yang mengalami gagal mendarat, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.
Namun menurutnya setidaknya ada tiga maskapai yang mengalami gagal mendarat.

Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Wings Air. Namun tak semuanya melakukan pembatalan. Ada juga maskapai yang menggeser penerbangannya pada malam hari.

“Yang paling parah memang kemarin. Sedikitnya dalam Minggu ini ada tiga maskapai yang membatalkan mendarat, karena Instrumen Landing Station (ILS) tidak memberikan izin untuk mendarat karena visibilitas yang rendah,” jelasnya. (sultengpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: