Sultan Disuguhi Tarian Pontano

Palu, Metrosulawesi.com – Tarian khas Tana Kaili yang menceritakan tentang aktifitas sejumlah gadis-gadis Kaili sedang menenun, Pontano atau Buya Sabe turut menghibur kedatangan Sri Sultan Hamengkubuwono X di daerah ini dalam rangka untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Jawa di Sulawesi Tengah, Sabtu (17/10/2015) malam di halaman stasiun TVRI Sulteng.

Selain itu, pada pagelaran Wayang Kulit oleh dalang Ki Bayu Wibowo dalam acara ramah-tamah dengan masyarakat jawa Sulteng di halaman TVRI Sulteng, yang dirangkaikan hari ulang tahun Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah (KKJST) ke-2, Sri Sultang Hamengkubuwono X juga disuguhi seni marawis. Salah satu suguhan kesenian yang mampu menghubungkan batin seluruh sesepuh tak terkecuali Sri Sultan adalah, Tari Remo, khas Jawa Timur yang dibawakan mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, Renata untuk ‘nyawer’.

Dalam sambutannya, Sri Sultan berpesan kepada seluruh masyarakat jawa Sulawesi Tengah agar tidak menjadi beban pemerintah daerah, tetapi justru harus bisa menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung program pembangunan, demi kemajuan bersama di segala bidang.

Sri Sultan juga berpesan, agar dimanapun berada masyarakat Jawa harus mempu menempatkan diri dengan baik, selain itu masyarakat jawa juga diharap untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya warisan leluhur.

“Beberapa bulan lalu saya menghadiri konggres masyarakat jawa se-dunia, yang dihadiri sekitar 200-an orang dari 56 negara, mereka berkumpul di Jogjakarta tanpa kami minta. Ada kerinduan mereka terhadap budaya dan tradisi jawa. Untuk itulah saya minta kepada masyarakat jawa agar supaya tetap ‘nguri-uri’ (menjaga/melestarikan) budaya kita,” harap Sri Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultang menyerahkan bantuan berupa beberapa bibit tanaman yaitu Gabah Ciherang, Situ Bagendit, benih Tomat Kaliurang, benih kacang panjang dan benih cabe merah branang yang dibawa langsung dari Jogjakarta.

Kegiatan itu dihadiri wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H Sudarto, Kepala Rutan Maesa Palu, Kanwil Kemenkumham, sejumlah kepala SKPD Provinsi Sulteng, serta anggota DPD – RI Dapil Sulteng dr Delis.

Sebelumnya, Sri Sultang Hamengkubowono X juga melakukan peletakan batu pertama asrama jawa Sulteng di Jalan Dayodara II, diatas lahan seluas 3000 meter persegi hibah dari Edi Widjono yang merupakan salah satu pendiri Pemuda dan Mahasiswa Jawa Sulteng ‘ Chondrodimuko’, dan kembali dilantik sebagai ketua organisasi ini setelah sebelumnya selama kurang lebih 5 periode atau sekitar 15 tahun dipimpin Temu Sutrisno.

Sejumlah pengurus dan pegawai rumah makan Heny Putri Kaili berfoto bersama Sang Raja Jawa. (Foto : Ist)
Selama berada di Kota Palu, Sri Sultan Hamengkubowono X beserta istri Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan seluruh rombongan, oleh panitia kegiatan diajak untuk menikmati masakan khas Kaili, mulai sayur kelor, ikan bakar, saos Duwo dan lainnnya di rumah makan Heny Putri Kaili Talise.

Sri Sultan nampak begitu menikmati sajian kuliner khas daerah ini. Setidaknya, Sri Sultan beserta istri dan rombongan dua kali makan di tempat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: