Dua Penerbangan Makassar-Palu Ditunda

PALU-Dua penerbangan dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah Jumat (16/10/2015) siang terpaksa ditunda akibat kabut asap, sehingga tidak mendukung aktivitas penerbangan.
“Tadi sudah diumumkan siap-siap naik pesawat, tetapi tiba-tiba ditunda karena kabut asap,” kata salah seorang penumpang Lion Air tujuan Palu Dewi Chaeriyah yang dihubungi dari Palu, Jumat.

Dua penerbangan yang mengalami penundaan tersebut yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

Garuda dengan nomor penerbangan GA608 yang mestinya terbang pukul 13.55 WITA dan Lion Air dengan nomor penerbangan JT852 pukul 13.10 WITA, namun hingga pukul 15.38 WITA kedua jadwal penerbangan tersebut belum ada kepastian pemberangkatan.

“Sampai sekarang belum ada kepastian jam pemberangkatan. Informasi yang kami terima, menunggu sampai cuaca normal,” kata Dewi.

Pada papan informasi digital di ruang tunggu terminal untuk dua penerbangan tersebut tertulis “delay bad weather ufn”.

Menurut Dewi penumpang yang sudah siap naik pesawat saat ini gelisah karena belum mendapatkan kepastian jam pemberangkatan.

Masalahnya kata Dewi, sebagian penumpang sebelumnya tidak makan siang karena tidak menyangka terjadi penundaan penerbangan.

MAKIN TEBAL
Sementara itu, kabut asap kiriman kebakaran hutan di Pulau Kalimantan yang menyelimuti wilayah Palu dan sekitarnya dalam dua hari terakhir ini semakin tebal dibandingkan sebelumnya.

“Hari ini ketebalan asap meningkat dibanding hari sebelumnya,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Kasiron pada Jumat.

Ia mengatakan kabut asap yang menyelimuti Palu dan Kabupaten Sigi serta Donggala kemungkinan besar kiriman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dan Timur.

Menurut dia, kabut hari ini cukup mengkhawatirkan penerbangan karena bukit dan gunung-gunung yang ada di Lembah Palu hingga pukul 13.00 WITA tidak terlihat.

Namun, Kasiron berharap kabut asap tebal itu bisa secepatnya hilang dari langit Kota Palu agar tidak sampai menggangu transportasi udara.

“Kalau kabutnya tebal dan jarak pandang berkurang tentu akan mengganggu penerbangan dari dan ke Palu,” kata dia.

Seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, dua maskapai penerbangan tidak bisa mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu karena jarak pandang dibawah 1.000 meter.

Sementara Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu yang dihubungi lewat telepon tidak berhasil dihubungi. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: