Asosiasi Tenun Donggala akan Jadi Lembaga Penjamin

PALU-Asosiasi tenun Donggala Provinsi Sulteng akan menjadi lembaga penjamin bagi para pengrajin tenun di daerah setempat sehingga produksi batik khas lokal itu memiliki kepastian pasar secara berkelanjutan.

“Kita bangun kepercayaan dengan bank, nanti Asosiasi Tenun yang akan menjadi penjamin di bank sehingga pengrajin kita bisa dapat akses yang lebih mudah ke bank,” kata Ketua Asosiasi Tenun Donggala Syuaib Djafar di Palu, Jumat.

Menurut Syuaib, melalui Asosiasi Tenun, para pengrajin tidak diberikan dana tunai melainkan bahan baku seperti benang, alat tenun bukan mesin, maupun bahan-bahan pewarna.

Dia mengatakan hal ini dilakukan untuk mendorong kontiunitas pengrajin dalam memproduksi barang sehingga terjamin ketersediaan barang setiap saat.

“Harapan kita mereka nanti bisa mandiri,” katanya.

Dia mengatakan saat ini pengrajin tidak saja diberikan penguatan tentang mekanisme kerja yang lebih cepat, tetapi juga didorong agar bisa menjadi pelaku industri sehingga mereka kelak sudah memiliki tempat penjualan sendiri.

“Asosiasi Tenun hanya sebagai fasilitator saja, sebagai inkubator, agar tenun kita memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

Suaib mengatakan sejumlah kebijakan pemerintah telah mendukung pertumbuhan bisnis kain tenun Donggala diantaranya melalui kebijakan wajib pakai seragam batik setiap hari Kamis.

Untuk mendukung daya saing batik berbahan baku Tenun Donggala telah dilakukan berbagai upaya bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Tengah.

“Belum lama ini sudah dilakukan pelatihan pewarnaan dan tenun sekitar 40 orang,” katanya.ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: