Waspada! Modus Penggelapan Masuk PNS

PALU-Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/911/X/2015/Sulteng/Res Palu, yang diterima Senin (12/10/2015), Polres Palu beserta jajaran terus berupaya melakukan penyelidikan terhadap kasus penggelapan dengan iming-iming masuk PNS tanpa tes.

Kronologisnya, pada Senin (12/10/2015), jam 20.30 WITA, seorang perempuan berinisial SD melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada SPKT Polres Palu. SD melaporkan dua temannya yang diduga adalah pelaku.

Dalam laporanya, korban SD (26) yang merupakan ibu rumah tangga menceritakan sekitar April 2014 jam 10.00 WITA, dirinya didatangi dua temannya yang diduga pelaku untuk bersilaturahmi, di Jalan Jalur Gaza.

Setelah berdialog beberapa waktu, tak lama kemudian salah satu temannya bertanya kepada korban, apakah korban sudah bekerja atau belum, lalu korban menjawab bahwa ia belum bekerja. Setelah mengetahui jawaban tersebut, korban dimintai ijazah oleh terlapor dengan maksud agar bisa menjadi PNS tanpa tes.

Setelah korban memberikan ijazahnya, terlapor meminta korban untuk mengirim ijazahnya lewat email ke Jakarta untuk kepentingan administrasi.

Selang beberapa waktu setelah kejadian tersebut, korban ditelepon oleh terlapor untuk memberikan uang, akhirnya korban menuruti permintaan terlapor dan memberikan sejumlah uang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp39.500.000.

Pada kasus tersebut pelaku disangkakan pasal 378 KUHP tentang penggelapan. Pihak Kepolisian Resor Palu telah meminta keterangan dari korban dan membuat laporan polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Polres Palu AKBP Basya Radyananda SIK mengatakan hal ini penting di informasikan kepada masyarakat Kota Palu mengenai kejadian yang telah terjadi, sehingga masyarakat Kota Palu dapat meningkatkan kewaspadaan dengan masyarakat yang ada wilayah lingkungan sekitarnya.

Basya juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bersifat selektif dalam menerima tawaran yang ada.

“Sebelum menerima tawaran, alangkah baiknya masyarakat dapat memperhatikan sumber dan kejelasan sebelum menerima tawaran. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan lebih selektif, maka dapat memperkecil kesempatan bagi para pelaku dalam melakukan aksinya,” kata Basya, dalam rilisnya, Selasa (13/10/2015).*/ROA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: